Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Menkeu Pastikan BNI Patuh Gunakan Dana SAL

SELASA, 30 SEPTEMBER 2025 | 18:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dipastikan patuh terhadap aturan penggunaan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).

"Mereka (BNI) bisa menyalurkan kredit dan tidak ada masalah. Yang kedua, saya memastikan uang itu tidak dipakai membeli Dolar sehingga memperlemah nilai tukar," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa, 30 September 2025.

Hal itu dipastikan Menkeu setelah mendatangi kantor pusat BNI baru-baru ini. Dalam kunjungannya, ia memastikan kesiapan bank menyalurkan kredit serta kepatuhan terhadap kebijakan penggunaan dana pemerintah, termasuk memastikan uang pemerintah yang ditempatkan di BNI sebesar Rp55 triliun tidak digunakan untuk membeli Dolar.


Penegasan tersebut disampaikan setelah Menkeu meminta BNI membuka data rekening untuk mengecek pergerakan Dolar. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya lonjakan kepemilikan Dolar oleh BNI.

"Saya cek gampang, naik enggak? Untung BNI enggak naik, kalau naik lebih susah dia. Mereka juga tidak mengganggu nilai tukar Rupiah saya. Dan mereka sepertinya comply, cukup bagus," tegasnya.

Pengecekan tidak hanya kepada BNI, melainkan akan dilakukan secara acak ke perbankan lain. "Saya akan cek bank-bank lain secara random. Kalau ketahuan ya susah aja mereka," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya