Berita

Dari kiri ke kanan: KH Moch Choiri Fathullah, Ustaz Ahmad Samsul Rijal, dan KH Abdul Muhaimin di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Sambangi Gedung Merah Putih

Kiai NU Minta KPK Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2025 | 16:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) sambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Kehadiran mereka untuk memberikan dukungan dan desakan agar KPK segera mengumumkan tersangka korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah Haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

Para Kiai yang hadir di Gedung Merah Putih KPK tergabung dalam Forum Silaturahim Kiai dan Pesantren (Forsikap). Mereka yang hadir, yakni Koordinator Forsikap yang juga anggota A'wan PBNU Kiai Abdul Muhaimin, Sekretaris Forsikap Ustaz Ahmad Samsul Rijal, dan Kiai Moch Choiri Fathullah selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa).

"Para Kiai hadir ke KPK sambil silaturahim memberikan dukungan penuh ke KPK untuk mengusut dugaan korupsi tambahan kuota haji itu," kata Ustaz Samsul kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat sore, 26 September 2025.


Ustaz Samsul menegaskan agar KPK tidak ragu untuk menetapkan tersangka kasus korupsi kuota haji. Apalagi KPK mendapatkan dukungan dari para Kiai.

"Kita sudah sampaikan kepada KPK semuanya, dan kita minta kepada KPK untuk segera mungkin menetapkan tersangka itu," tuturnya.

Sementara itu, Kiai Abdul Muhaimin mendoakan agar KPK tetap tegak lurus dan bisa menyelesaikan perkara kuota haji. Mengingat kata dia, warga NU merasa menjadi korban trial by press.

"Saya harap dengan lebih cepat lebih baik, transparan, adil, profesional, dan wise," pungkas Kiai Muhaimin.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya