Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: Berita Jakarta)

Nusantara

Sekolah Harus Awasi Ketat Pelajar Agar Tak Ikut Demo

KAMIS, 28 AGUSTUS 2025 | 14:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menginstruksikan seluruh satuan pendidikan dan kepala sekolah agar memberikan pengawasan ketat kepada anak didiknya untuk tidak mengikuti aksi demonstrasi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, imbauan ini diberikan karena tak sedikit sekolah yang kurang memberikan pengawasan kepada anak didiknya, sehingga para siswa terlibat dalam aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini.

"Secara khusus saya sudah meminta kepada Bu Nahdiana (Kepala Dinas Pendidikan) untuk berkomunikasi dengan seluruh sekolah yang ada di Jakarta dengan kepala-kepala sekolah diminta untuk sekolah memberikan pengawasan yang ketat untuk tidak ikut demo-demo," ujar Pramono di Aula PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025.


Pramono menyadari, aksi demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi. Karena itu, ia tidak ingin mencampuri terkait aksi demonstrasi yang dilakukan. Imbauan yang diberikan, kata dia, hanya ditujukan kepada pelajar Jakarta.

"Saya tidak mau masuk dalam wilayah demonstrasinya. Tetapi hanya khusus kepada anak-anak yang sekolah di Jakarta," kata politikus PDIP tersebut.

Pramono pun berharap, para pelajar Jakarta tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang dilakukan pada hari ini.

"Mudah-mudahan nanti kita lihat sampai dengan sore, malam hari ini semudah-mudahan tidak terjadi seperti yang kemarin," tandas Pramono.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya