Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/RMOL

Politik

Pemerintah Tak Mau Gegabah Bangun Kereta Cepat Jakarta–Surabaya

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 18:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Surabaya masih dalam tahap studi mendalam.

Hal ini diungkapnya usai memimpin rapat koordinasi terkait evaluasi progres dan capaian program strategis bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan 2025.

“Proyek ini besar, sehingga kami ingin melengkapinya terlebih dahulu. Kita pastikan semuanya feasible, termasuk lahan, pendanaan, dan koordinasi lintas kementerian serta daerah,” ujar AHY di kantornya di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Agustus 2025.


AHY menekankan, pembangunan jalur kereta cepat akan menantang karena melintasi banyak provinsi dan kabupaten/kota. Sehingga pemerintah tak mau gegabah mengambil keputusan.

“Mohon bersabar, ini terus kami olah dan lengkapi,” tambahnya.

Sementara itu, untuk proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall juga masih dibahas. Menurut AHY, pemerintah tengah mengembangkan konsep sekaligus mencari investor yang tertarik bekerja sama. 

“Kita ingin membangun bersama pemerintah, dengan pendekatan yang saling menguntungkan,” tutupnya Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya