Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi/RMOL

Politik

Mensesneg: Jangan Kaitkan Isu Munaslub Golkar dengan Istana

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 18:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang kembali mencuat belakangan ini memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya restu dari pihak Istana. 

Namun Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah tidak campur tangan dalam dinamika internal partai politik.

"Tanyakan ke Partai Golkar. Kalau saya begini melihatnya, tolong jangan segala sesuatu itu dikaitkan dengan Istana," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 5 Agustus 2025. 


Ia mengakui bahwa Partai Golkar merupakan salah satu partai koalisi utama pemerintah. Namun, hal itu tidak berarti setiap isu internal partai otomatis berkaitan dengan Presiden atau lingkar kekuasaan.

"Bahwa Partai Golkar adalah salah satu partai koalisi utama dari pemerintah, iya. Tapi kalaupun terjadi dinamika, dan Ketua Umum Partai Golkar berkata bahwa isu tersebut juga tidak benar. Sehingga kalau pendapat kami dari pemerintah marilah yang yang segala sesuatu itu jangan semuanya dikaitkan dengan dengan istana," tegasnya.

Prasetyo juga menekankan bahwa saat ini pemerintah lebih memilih fokus pada eksekusi program-program prioritas yang sudah dirancang Presiden Prabowo Subianto, daripada mengurusi isu politik internal partai.

"Tidak ada itu (keterlibatan Istana) dan sekali lagi konsentrasi kita tidak disitu kita betul-betul sedang ingin fokus menyelesaikan seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Salah satu program yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini adalah makan bergizi gratis untuk kelompok rentan.

"Misalnya program makan bergizi gratis, itu kan kita berharap sesegera mungkin seluruh saudara-saudara kita, adik-adik kita, ibu-ibu hamil, kemudian balita, semua mendapatkan makan bergizi gratis ini. Dan kita sedang berkonsentrasi di situ," jelas Prasetyo.

Sebelumnya, isu Munaslub Partai Golkar mencuat seiring kabar bahwa Istana telah memberi restu untuk mengganti Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. 

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, memilih meredam isu tersebut. 

"Desas-desus tidak perlu ditanggapi. Ibarat asap tanpa api," ujarnya kepada RMOL pada Kamis, 31 Juli 2025 lalu.  

Sejumlah pihak di internal Golkar disebut-sebut mulai mempertanyakan posisi Bahlil, yang dinilai terlalu dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo, sosok yang mulai dianggap tidak lagi menguntungkan bagi positioning politik partai ke depan. 


Setelah menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Minggu, 3 Agustus 2025, Bahlil turut membantah isu munaslub dan menyebut sumbernya tidak jelas.

"Inilah, masak, mau dipercaya berita yang nggak ada sumbernya, piye toh (bagaimana sih)," kata Bahlil.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya