Berita

Ribuan warga Malaysia melakukan aksi unjuk rasa pada Sabtu 26 Juli 2025/AFP

Global

Biaya Hidup Melonjak, Ribuan Warga Malaysia Turun ke Jalan Desak PM Anwar Turun

SABTU, 26 JULI 2025 | 22:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ribuan warga Malaysia melakukan aksi unjuk rasa dengan memadati pusat Kota Kuala Lumpur pada Sabtu 26 Juli 2025.

Aksi protes ini dilakukan karena lonjakan biaya hidup serta lambannya reformasi yang dijanjikan pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Unjuk rasa itu diselenggarakan partai-partai oposisi dan menandai protes besar pertama di negara dengan ekonomi terbesar keenam di Asia Tenggara tersebut, sejak Anwar berkuasa setelah Pemilu 2022.


Para demonstran memadati beberapa titik di pusat ibu kota sebelum akhirnya berkumpul di ikon demokrasi Malaysia, Lapangan Merdeka, dengan membawa berbagai poster bernada kecaman terhadap Anwar. Salah satunya berbunyi jelas: "Turun Anwar."

"Biaya hidup masih tinggi. Dia (Anwar) sudah tiga tahun memerintah, tapi janji-janjinya belum ditepati," kata Fauzi Mahmud, seorang insinyur asal Selangor yang ikut turun ke jalan. 

Fauzi juga menyoroti lawatan Anwar ke luar negeri, termasuk ke Rusia dan Eropa, yang menurutnya belum menunjukkan dampak nyata bagi rakyat. 

"Dia ke sana-sini cari investasi, tapi kami belum lihat hasilnya," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Anwar Ibrahim naik sebagai perdana menteri dengan mengusung semangat reformasi, serta janji membersihkan politik Malaysia dari korupsi, nepotisme, dan kronisme. Namun, semakin banyak suara yang menilai janji-janji tersebut belum terwujud.

Menjelang aksi protes, Anwar sempat mengumumkan sejumlah kebijakan populis. Di antaranya adalah bantuan langsung tunai sebesar 100 ringgit (sekitar Rp387.500) untuk seluruh warga Malaysia berusia di atas 18 tahun. Bantuan itu dijadwalkan akan dibagikan mulai 31 Agustus mendatang.

Tak hanya itu, sekitar 18 juta pengendara juga akan memperoleh subsidi untuk membeli bahan bakar beroktan menengah (RON95) seharga 1,99 ringgit (Rp7.712), lebih murah dari harga sebelumnya yang mencapai 2,05 ringgit (Rp7.944).

Langkah-langkah tersebut dinilai para analis politik sebagai upaya Anwar meredam kemarahan publik dan mencegah ledakan partisipasi dalam aksi 26 Juli.

Namun di tengah tekanan, Anwar masih memiliki tingkat dukungan yang cukup solid. Lembaga survei independen Merdeka Centre for Opinion Research mencatat 55 persen pemilih Malaysia masih menyatakan dukungan terhadapnya. 

Stabilitas politik dan kiprah diplomasi Anwar di kancah ASEAN menjadi dua alasan utama dukungan tersebut.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya