Berita

Presiden RI Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu, 16 Juli 2025/Sekretariat Presiden RI

Politik

Kesepakatan Dagang RI-AS, Prabowo Bakal Borong 50 Pesawat Boeing Buat Garuda

KAMIS, 17 JULI 2025 | 12:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto akan memborong 50 unit pesawat jet penumpang dari produsen Amerika Serikat (AS), Boeing. 

Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS terkait penurunan tarif resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen.

Menurut Prabowo, pembelian pesawat tersebut diperlukan untuk memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional unggulan.


"Memang kita kan perlu membesarkan Garuda. Garuda adalah kebesaran kita. Garuda adalah flag carrier national. Garuda lahir di dalam perang kemerdekaan kita. Jadi Garuda harus jadi lambang Indonesia," ujar Prabowo saat tiba di Tanah Air usai kunjungan luar negeri, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dikutip Kamis, 17 Juli 2025.

Ia menambahkan, untuk merealisasikan cita-cita tersebut, Garuda membutuhkan penambahan armada secara signifikan.

"Saya bertekad membesarkan Garuda, untuk itu kita butuh pesawat baru," lanjutnya.

Prabowo juga menekankan bahwa keputusan pembelian pesawat Boeing didasarkan pada pertimbangan bisnis yang saling menguntungkan. Indonesia butuh pesawat, dan AS siap menjual.

"Saya kira nggak ada masalah, kita butuh, mereka mau jual. Pesawat Boeing juga cukup bagus," tandasnya.

Diketahui, dalam perundingan terakhir, tarif atas produk Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat disepakati turun dari 32 persen menjadi 19 persen. 

Namun sebagai imbalannya, Indonesia diminta untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Negeri Paman Sam, termasuk dengan membeli produk-produk asal AS seperti pesawat Boeing.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Garuda Indonesia terkait pembelian armada baru Boeing itu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya