Berita

Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina di Desa Besakih Bali, Karangasem, Bali/Ist

Bisnis

DEB Besakih Bali: Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera

JUMAT, 11 JULI 2025 | 23:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina kini hadir di Desa Besakih Bali, Karangasem, Bali untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus menyadarkan tentang kepedulian lingkungan

Berkat program DEB, Besakih Bali yang sebelumnya gersang kini menjadi ruang hidup yang lestari. Barisan pohon produktif ditanam warga melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Maha Wana Basuki.

Ketua LPHD Mahawana Besakih, I Nyoman Artana sekaligus local hero Pertamina mengatakan, Hutan Desa Besakih dikelola dengan mengedepankan aspek keseimbangan lingkungan.


“Apabila lokasi ini tidak dipelihara dengan baik, maka akan memengaruhi potensi bencana alam dan perubahan iklim di Bali," kata Nyoman dalam keterangannya, Jumat, 11 Juli 2025.

Pemulihan dan pengembangan hutan Desa Besakih telah dimulai sejak tahun 2023 dengan program penguatan kelompok, penanaman pohon endemik, pengembangan produk madu.

“Hutan Desa Besakih dikelola dengan menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berarti 'tiga penyebab kebahagiaan'," terang Nyoman. 

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, kawasan hutan Desa Besakih kini ditingkatkan dengan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui program DEB.

Energi terbarukan minim emisi itu berkapasitas 6,6 KWp dengan kapasitas baterai 20 KWh dan dimanfaatkan warga untuk mesin ekstraktor madu otomatis dan penerangan di lokasi camping.

“Program DEB Desa Besakih diharapkan dapat menggerakkan perekonomian area perhutanan sosial sebesar Rp120 juta per bulan melalui pengelolaan pariwisata dengan total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang diestimasikan sebanyak 2.000 orang,” jelas Fadjar.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya