Berita

Tadarus Kebijakan bertema "Saatnya Negara Hadir, Sahkan RUU PPRT" yang digelar secara daring pada Sabtu, 28 Juni 2025/Ist

Politik

PPNA Desak DPR Sahkan RUU PPRT: Negara Harus Hadir!

MINGGU, 29 JUNI 2025 | 21:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sudah lebih dari dua dekade RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) digantung tanpa kepastian. Di sisi lain, angka kekerasan dan eksploitasi terhadap pekerja rumah tangga semakin tinggi. 

Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) bersuara lantang bahwa negara tidak boleh terus-menerus absen dalam melindungi PRT. Seruan ini disampaikan dalam Tadarus Kebijakan bertema "Saatnya Negara Hadir, Sahkan RUU PPRT" yang digelar secara daring pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Dalam forum yang melibatkan tokoh masyarakat sipil, anggota DPR, hingga pegiat advokasi, Ketua Umum PPNA Ariati Dina Puspitasari menyatakan bahwa ketidakadilan yang dialami pekerja rumah tangga sudah sangat memprihatinkan. Ia menyatakan bahwa isu ini adalah panggilan moral dan spiritual.


“Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah senantiasa berkomitmen menjadikan semangat keadilan sebagai landasan gerakan. Kami membawa nilai-nilai Al-Ma’un, sebagai wujud kepedulian pada kelompok rentan, termasuk pekerja rumah tangga. Ini bagian dari visi besar kami: keluarga muda tangguh yang menjunjung tinggi keadilan dan anti kekerasan,” ujar Ariati dalam sambutannya.

Menurut Ariati, RUU PPRT adalah upaya negara menunjukkan keberpihakan. Selama ini PRT hidup tanpa perlindungan hukum yang jelas, rawan eksploitasi, dan kekerasan. Jika negara terus diam, kata dia, artinya negara membiarkan ketidakadilan terjadi setiap hari. 

“Kami menolak diam. Setelah forum ini, kami akan terus bergerak bersama untuk mendorong agar RUU ini disahkan. Kami membawa semangat Al-Ma’un dalam perjuangan ini. PRT adalah bagian dari rakyat yang harus dilindungi. Negara tidak boleh terus tutup mata. RUU ini penting untuk memastikan keadilan dan perlindungan hukum bagi para pekerja rumah tangga,” tegas Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.

Lebih dari sekadar urusan regulasi, masalah ini menyangkut nyawa, martabat, dan hak dasar manusia. Ninik Rahayu, Anggota Majelis Hukum dan HAM PP Aisyiyah menyoroti masih kuatnya stigma sosial dan bias struktural terhadap PRT.

“Mereka masih dianggap pembantu, bukan pekerja. Kerja mereka di ruang privat rumah tangga seolah tak layak dihormati. Ini bentuk ketimpangan dan relasi kuasa yang dibiarkan terus berlangsung karena negara belum hadir lewat hukum,” jelasnya.

Ninik yang merupakan Ketua Dewan Pers ini mengungkapkan, PRT juga terjebak dalam dua lapis relasi kuasa: di dalam rumah tangga yang patriarkis, dan di luar, karena negara tidak hadir. 

“Tidak ada perlindungan kompetensi, tak ada standar kerja, tak ada jaminan hak. Ini adalah diskriminasi sistemik yang harus dipangkas dari akar-akarnya. RUU PPRT adalah kunci untuk memulainya.” pungkas eks Komisioner Komnas Perempuan ini.

Selanjutnya Perwakilan dari Koordinator Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), Ari Ujianto, menyebut perjuangan ini tidak bisa diserahkan pada segelintir pihak. Ia menyerukan kolaborasi lintas elemen dibutuhkan untuk bersama-sama mendesak pengesahan RUU tersebut.

“Advokasi harus dibangun lewat kekuatan kolektif. Kampanye publik dan jejaring harus diperluas. Tanpa pengorganisasian yang rapi dan dukungan berbagai pihak, RUU PPRT hanya akan terus jadi janji kosong,” katanya.

Advokasi perlindungan mereka, kata Ari, bukan hanya soal membahas undang-undang. Melainkan soal membangun solidaritas, memperluas jaringan, dan memobilisasi kekuatan publik agar negara tak bisa lagi menghindar dari tanggung jawabnya.

“Kampanye publik dan pengorganisasian yang kuat menjadi kunci. Kita tidak bisa berharap RUU ini lolos hanya dengan wacana di ruang tertutup. Harus ada tekanan publik, kerja bersama, dan konsolidasi lintas sektor. Ini bukan tugas segelintir orang, ini tugas bersama.” tegasnya.

Sementara itu dari legislatif, sinyal positif datang dari Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, yang menyatakan komitmen untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU PPRT. Ia menyampaikan bahwa RUU PPRT sedang dipacu untuk diselesaikan dalam masa sidang saat ini.

“Kami baru saja masuk masa sidang keempat. Ini masa sidang yang pendek, tapi kami sudah menyepakati di Baleg bahwa RUU PPRT menjadi prioritas. Kami targetkan sebelum 24 Juli ini sudah bisa kami rampungkan dan serahkan ke pimpinan DPR untuk disahkan sebagai RUU inisiatif DPR,” jelas Doli.

Ia menegaskan fokus utama terhadap RUU ini harus sungguh-sungguh memberikan perlindungan kepada PRT yang selama ini seringkali dirugikan dan terabaikan hak-haknya.

“RUU ini bukan hanya penting secara substansi, tapi juga simbolik: ini adalah bukti apakah DPR dan negara sungguh-sungguh berpihak pada rakyat kecil. Saya pribadi akan mengawal ini, dan kami harap tidak ada lagi hambatan politik. Waktunya kita menuntaskan penantian panjang ini.” pungkas Politikus Golkar ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya