Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ulang tahun ke-62/Net

Publika

Jakarta akan Jadi Kota Global Hebat

Oleh: Sugiyanto*
KAMIS, 12 JUNI 2025 | 01:34 WIB

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung pada Rabu 11 Juni 2025 genap berusia 62 tahun. Perayaan ulang tahun digelar sederhana namun penuh makna di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. 

Kejutan datang dari aparatur sipil negara (ASN) yang menunjukkan penghargaan dan kedekatan emosional terhadap sosok pemimpin yang dikenal santun, rasional, dan visioner ini.

Pramono yang lahir di Kediri pada 11 Juni 1963, kini berada pada usia matang dalam karier politik dan kepemimpinan. 


Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, dalam rangka kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3PN) Angkatan XXV Tahun Anggaran 2025. 

Lebih dari sekadar perayaan pribadi, ulang tahun ke-62  Pramono menjadi simbol penting dari babak baru perjalanan Jakarta menuju status kota global hebat. 

Momentum ini selaras dengan semangat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yang mengarahkan transformasi Jakarta sebagai kota global.

Dalam Pasal 1 ayat 16 UU Provinsi Daerah Khusus Jakarta tersebut dijelaskan bahwa “kota global” adalah kota yang menyelenggarakan kegiatan internasional di bidang perdagangan, investasi, bisnis, pariwisata, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, serta menjadi lokasi kantor pusat perusahaan dan lembaga nasional, regional, maupun internasional. 

Kota global juga merupakan pusat produksi produk strategis internasional yang menciptakan nilai ekonomi besar bagi kota dan wilayah sekitarnya.

Di usia 62 tahun, Pramono menunjukkan kematangan kepemimpinan yang ideal untuk mendorong transformasi besar Jakarta. Bahkan, angka 62 itu sendiri dapat dimaknai sebagai simbol kesiapan seorang pemimpin untuk melompat ke tingkat kepemimpinan yang berdampak global.

Secara eksplisit, Pramono menargetkan Jakarta untuk masuk dalam 50 besar kota global, berdasarkan berbagai indeks internasional. 

Target ini bukan sekadar retorika, tetapi merupakan tekad yang disertai strategi konkret. Langkah ini pemting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, memperkuat perekonomian, dan menyelesaikan persoalan klasik Jakarta seperti kemacetan, banjir, ketimpangan sosial, dan tata ruang yang semrawut.

Peringkat kota global umumnya ditentukan melalui indikator seperti kemudahan berbisnis, konektivitas transportasi. Selain itu, kekuatan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, kualitas layanan publik, tata kelola pemerintahan, dan ekosistem inovasi digital juga menjadi hal yang utama. 

Kota-kota seperti New York, London, Tokyo, Paris, Beijing, Singapura, dan Los Angeles kerap menempati peringkat atas dalam berbagai indeks global. 

Saat ini, Jakarta berada di peringkat ke-74 dalam Global City Index, dengan target ambisius untuk masuk 50 besar pada tahun 2029.

Secara regulatif, target ini juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam UU ini menegaskan bahwa daerah memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan daya saing global, memperkuat pelayanan publik, dan membangun potensi unggulan daerah secara berkelanjutan. 

Visi Jakarta sebagai kota global juga akan terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pramono dipastikan akan menempatkan globalisasi sebagai pilar utama pembangunan Jakarta ke depan.

Menjadikan momen ulang tahun Pramono sebagai ajang peluncuran misi “Jakarta Menuju Kota Global Hebat” merupakan langkah yang tepat -- baik secara politik maupun psikologis. Angka 62 juga dapat dimaknai sebagai “kode internasional.” 

Dengan begitu, hal ini juga berarti merepresentasikan kesiapan Jakarta untuk tidak hanya bangkit, tetapi juga bersaing dan dihormati di pentas dunia. Ini mencerminkan kepemimpinan yang tidak hanya berpijak pada kepentingan lokal, tetapi juga membawa visi besar yang inklusif dan progresif secara global.

Namun tentu saja, transformasi ini tidak bisa dicapai oleh Gubernur DKI seorang diri. Diperlukan dukungan penuh dari seluruh birokrasi Pemprov DKI Jakarta, kolaborasi lintas sektor, partisipasi dunia usaha, kontribusi akademisi, serta sinergi dengan komunitas internasional. 

Perubahan menuju kota global adalah proses panjang yang membutuhkan ketekunan, pembiayaan yang cermat, serta kepemimpinan yang tegas namun merangkul semua pihak.

Dengan demikian, ulang tahun ke-62 Pramono bukan sekadar selebrasi pribadi, melainkan menjadi tonggak sejarah dimulainya misi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global hebat yang diperhitungkan secara internasional. Sebuah cita-cita yang sangat mungkin diwujudkan jika seluruh elemen kota bersatu dalam visi dan aksi nyata.


*Penulis adalah Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

UI Investigasi Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 | 16:12

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

Selasa, 14 April 2026 | 16:11

Pramono Dukung Pemberantasan Premanisme di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 | 16:03

Jemaah Haji Tak akan Terbebani Kenaikan Ongkos Penerbangan

Selasa, 14 April 2026 | 16:02

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

Selasa, 14 April 2026 | 15:46

Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai di Washington

Selasa, 14 April 2026 | 15:43

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

Selasa, 14 April 2026 | 15:36

Aboe Bakar Minta Maaf terkait Pernyataan Madura dan Narkoba

Selasa, 14 April 2026 | 15:14

Tak Masuk Akal Nasdem Gabung Gerindra

Selasa, 14 April 2026 | 15:06

China Minta Semua Pihak Menahan Diri usai AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 | 14:52

Selengkapnya