Berita

Kolase Ahmad Khozinudin dan tangkapan layar dari akun Tiktok @junet.wongdeso/RMOL

Politik

Kapolri Diminta Tangkap Ahmad Khozinudin Imbas Bikin Kegaduhan

KAMIS, 29 MEI 2025 | 03:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengacara Roy Suryo dan kawan-kawan, Ahmad Khozinudin terus memprovokasi publik soal keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meskipun sudah dihentikan penyelidikannya oleh polisi.

Praktis, buntut tindakan tersebut, Khozinudin yang merupakan mantan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kerap mendapat hujatan dari netizen.

Melalui video yang diunggah akun Tiktok @junet.wongdeso, memperlihatkan Khozinudin tengah ditantang oleh seseorang yang mengenakan peci hitam.


Dalam video tersebut tertulis “Si Udin HTI Bikin Gaduh Lagi Di Rujak Wong NU”.

“Coba kamu DM ke saya, saya samperin kamu, bikin gaduh aja kamu mulutnya itu ya. Mulut sudah busuk, jelek lagi kamu tuh ya bikin gaduh di republik ini,” kata orang dalam video tersebut dikutip RMOL, Kamis, 29 Mei 2025.

Lantas orang berlogat khas Jawa Timur itu meminta Presiden hingga Kapolri untuk menangkap Khozinudin.

“Tolong Pak Prabowo, Pak Kapolri cepat tangkap pengacara ini. Ini bikin gaduh aja ini. Seandainya, saya tahu orang ini dekat sama saya, ta’ robek mulutnya pake clur*t, cuk,” tegasnya.

Tak tanggung-tanggung, orang berpeci itu lantas menyinggung adab dan pendidikan yang didapat di keluarga Khozinudin.

“Kamu tidak tahu adab. Memang kamu dilahirkan suruh menghujat sama orang tuanya ya? Kamu ini mentang-mentang, orang ditantang semua. Ayo ketemu saya, ta’ sobek-sobek mulutnya, bikin gaduh aj, cepat Pak Kapolri tangkap,” pungkasnya.

Khozinudin sebelumnya juga menjadi bulan-bulanan netizen dalam unggahan akun Tiktok andiwuaoy2r. Unggahan tersebut dibanjiri komentar yang kontra terhadap Ahmad Khozinudin

“Saya percaya ijazah Jokowi asli,” tulis pemilik akun Mardiyah Boewono.

“Puas bget dan 1.000.000% asli,” timpal Muhammad Wahyudi.   

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya