Berita

Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Saran Megawati ke Jokowi Tunjukkan Ijazah Bagus untuk Hindari Kegaduhan Politik

SABTU, 17 MEI 2025 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Presiden ke-5 yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri terkait kasus ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo, dinilai sudah tepat.

Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menilai, pernyataan Megawati cenderung berbau saran kepada Jokowi, agar menunjukkan saja ke publik ijazah yang dipersoalkan keasliannya.

Sebab dia meyakini, kasus ijazah palsu sering digunakan untuk menjatuhkan ketokohan dari seseorang, dan dapat berakibat pada gesekan di antara loyalis.


"Pernyataan Megawati bagus sebagai saran yang bisa menghindari kegaduhan politik yang berkepanjangan," ujar Igor kepada RMOL, pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Dia meyakini, Megawati menyarankan Jokowi agar menempuh cara yang lebih efektif dan tak menimbulkan kekisruhan, karena menguatkan berbagai asumsi-asumsi yang sebenarnya tidak memiliki argumentasi kuat.

"Ijazah Jokowi bisa terus di politisasi kecuali yang bersangkutan menunjukkannya, misalnya melalui konferensi pers resmi," tutur Igor.

"Meskipun Universitas Gadjah Mada secara resmi sudah menyatakan bahwa Joko Widodo adalah alumnus sah Fakultas Kehutanan, lulus pada tahun 1985," demikian dia menambahkan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya