Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Dolar AS Menguat, Harga Emas Turun Lagi

SABTU, 26 APRIL 2025 | 08:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia merosot hingga 2 persen, seiring menguatnya Dolar Amerika Serikat (AS). 

Pada penutupan perdagangan Jumat 25 April 2025 di pasar spot New York, atau Sabtu pagi WIB, harga emas runtuh, menandai pelemahan mingguan pertama emas dalam beberapa waktu terakhir. 

Sebelumnya emas spot melemah hingga 2 persen. Secara mingguan, harga emas turun sekitar 1,2 persen. 


Dikutip dari Reuters, inilah pergerakan harga sejumlah komoditas utama dari logam mulia global;

Harga emas spot: turun 1,7 persen menjadi 3.292,99 Dolar AS per ons 
Kontrak emas berjangka AS: melemah 1,5 persen ke level 3.298,40 Dolar AS per ons
Harga perak: turun 1,6 persen menjadi 33,03 Dolar AS per ons
Harga platinum: turun 0,5 persen menjadi 965,53 Dolar AS
Harga palladium: turun 1,8 persen ke 936,89 Dolar AS 

Sebelumnya, muncul laporan bahwa pemerintah China tengah mempertimbangkan untuk membebaskan sejumlah produk AS dari bea masuk sebesar 125 persen. Beijing juga disebut telah meminta pelaku usaha mengidentifikasi barang-barang yang bisa masuk dalam daftar pengecualian tersebut.

Di sisi lain, indeks Dolar AS mengalami kenaikan dan diperkirakan mencatatkan penguatan mingguan pertamanya sejak Maret lalu. Penguatan Dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri, sehingga turut menekan permintaan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya