Berita

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, dan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo/RMOL

Nusantara

Kardinal Ignatius Suharyo Berpeluang Ikuti Konklaf di Vatikan

SELASA, 22 APRIL 2025 | 01:21 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, belum memutuskan untuk mengikuti Konklaf di Vatikan usai Paus Fransiskus wafat.

Konklaf merupakan pertemuan Dewan Kardinal dari seluruh dunia yang berlangsung di Vatikan secara tertutup guna menentukan Paus yang baru.

Kardinal Suharyo beralasan dirinya belum pernah mengikuti Konklaf.


"Saya belum pernah ikut Konklaf, jadi nanti saya akan melihat apa yang harus saya lakukan," kata Kardinal Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 21 April 2025.

Di sisi lain, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin mengatakan, seluruh kardinal yang berusia di bawah 80 tahun akan berkumpul di Vatikan untuk mengadakan konklaf.

“Di seluruh dunia ini ada 200 kardinal tetapi hanya ada 120 kardinal yang berhak memilih dan dipilih,” kata Mgr. Antonius di kantor KWI, Menteng, Jakarta Pusat.

Mgr. Antonius pun menyebutkan umur Kardinal Ignatius Suharyo saat ini masih 74 tahun.

Sehingga, Mgr. Antonius berkeyakinan Kardinal Suharyo dapat pergi ke Vatikan untuk mengikuti Konklaf.

“Kardinal Ignatius Suharyo itu berusia 74 tahun tahun ini, akan 75, jadi beliau salah satu yang berhak untuk memilih dan dipilih sebagai pengganti Paus Fransiskus,” jelas Antonius.

Suharyo menjadi Kardinal pada 2019. Sebelum diangkat menjadi Kardinal, Suharyo menjabat sebagai Uskup Agung Semarang, Jawa Tengah, dan Uskup Agung Jakarta sampai sekarang.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya