Berita

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno/Ist

Politik

Negara Hancur karena Koruptor, Bukan Pengkritik

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 08:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang meminta masyarakat menjaga budaya sopan santun dalam mengkritisi kebijakan pemerintah ditanggapi pengamat politik Adi Prayitno.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai bahwa kritik tidak akan membuat negara hancur, justru menjadi bagian dari kecintaan rakyat terhadap bangsa. 

“Yang bikin negara hancur itu koruptor dan pejabat publik yang tak bekerja untuk rakyat,” kata Adi seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya, Jumat 4 April 2025.


Analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu pun meminta Luhut memberikan contoh cara mengkritik dengan santun.

"Bagaimana cara kritik yang sopan dan beretika ya? Kalau ada contohnya oke juga dishare," seloroh Adi.

Sebelumnya, usai berlebaran ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo, pada Senin 31 Maret 2025, Luhut meminta masyarakat menjaga budaya sopan santun dalam mengkritisi kebijakan pemerintah

"Demokrasi itu betul, tapi jangan demokrasi itu jadi merusak budaya sopan santun kita berbicara, berbahasa,” kata Luhut.

Luhut menambahkan, budaya demokrasi itu harus mampu menghormati orang-orang yang sudah berjasa dalam membangun Indonesia.

“Tidak menghormati orang-orang yang sudah berkarya untuk negeri ini, mudah berburuk sangka," kata Luhut.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya