Berita

Kapal ikan Malaysia diamankan KAL Pandang I-1-72 di Selat Malaka/Ist

Pertahanan

TNI AL Sikat Kapal Ikan Malaysia Pelaku IUU Fishing di Selat Malaka

SENIN, 03 MARET 2025 | 05:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik illegal, unregulated and unreported (IUU) fishing yang merugikan negara. 

Kali ini tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan (TBA) KAL Pandang I-1-72 berhasil menangkap kapal ikan asal Malaysia yang menggunakan alat tangkap terlarang Pukat Harimau (Trawl) di Perairan Selat malaka, 26 mil sebelah Timur Pulau Pandang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Kejadian bermula saat tim F1QR Lanal TBA menerima pelaporan dari nelayan setempat terkait sering adanya kapal berbendera asing masuk ke Perairan Indonesia untuk mencari ikan. Selanjutnya dengan cepat unsur patroli Lanal TBA KAL Pandang I-1-72 melaksanakan patroli pukul 09.00 WIB terhadap kapal ikan berbendera Malaysia yang sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan pukat harimau/ trawl.


Awalnya kapal tersebut sempat melarikan diri melaju dengan kecepatan tinggi ke arah perbatasan Indonesia–Malaysia, sehingga dilakukan pengejaran oleh KAL Pandang I-1-72 yang melaksanakan peran tempur dan terpaksa memberi tembakan peringatan agar kapal segera berhenti. 

Setelah dilakukan pengejaran selama kurang lebih 1 jam, tim F1QR Lanal TBA berhasil menghentikan kapal ikan Malaysia tersebut beserta lima orang awak kapal didalamnya.

Kapal ikan berbendera Malaysia beserta seluruh awak kapal akhirnya dibawa ke Posal Bagan Asahan untuk pemeriksaan awal dengan pengawalan dari Patkamla Combat Boat Catamaran dan selanjutnya dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Asahan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Danlanal TBA Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha menegaskan bahwa keberhasilan patroli ini membuktikan kesigapan unsur patroli TNI AL khususnya Lanal TBA dalam menjaga kedaulatan Perairan Indonesia dari berbagai aktivitas ilegal salah satunya penangkapan ikan yang dilakukan secara ilegal oleh kapal ikan asing.

“Kami tidak akan mentolerir aktivitas pencurian ikan di perairan Indonesia yang tentunya dapat mengancam kedaulatan maritim dan kesejahteraan nelayan Indonesia,” pungkas Danlanal TBA dalam keterangannya, Minggu, 2 Maret 2025 

Aksi gerak cepat dalam penangkapan kapal ikan asing yang mencuri ikan di Perairan Indonesia dengan menggunakan alat tangkap terlarang ini tentunya selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh jajaran agar menindak tegas terhadap pelaku IUU fishing sebagai bentuk nyata peran komitmen TNI AL dalam menegakkan hukum di laut dan menjaga sumber daya kelautan nasional.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya