Berita

Ketua KPU Pesawaran, Fery Ikhsan/RMOLLampung

Politik

KPU Pesawaran Bantah Sengketa Pilkada akan Diputus MK 30 Januari

KAMIS, 30 JANUARI 2025 | 00:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kabar bahwa sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 akan dibacakan oleh Hakim MK pada Kamis 30 Januari 2025 dibantah pihak KPU Pesawaran. 

Menurut Ketua KPU Pesawaran, Fery Ikhsan, informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoax. 

"Salah itu, berdasarkan PMK No 14/2024 jadwal putusan yaitu rentang tanggal 11-13 Februari 2025," jelas Fery Ikhsan, dikutip RMOLLampung, Rabu 29 Januari 2025. 


Fery menambahkan, pihaknya belum menerima pemberitahuan dari MK kapan sidang putusan akan digelar. 

"Pada sidang putusan nanti para pihak diundang MK untuk mendengarkan pembacaan dan penetapan putusan, 11-13 Februari 2025, hanya sehari tetapi kita belum diberitahu jadwalnya," imbuhnya. 

Untuk penyampaian atau penyerahan salinan putusan/ketetapan MK kepada pemohon, termohon, pihak terkait, pemerintah, dan DPRD akan dilaksanakan dengan rentang waktu, 11-15 Februari 2025.

"Apabila putusannya dismissal atau ditolak oleh MK, rentang waktunya itu, tetapi jika putusan MK-nya lanjut, maka sampai bulan Maret," ujarnya. 

Adapun jumlah perkara yang diregister oleh MK total 309 perkara, dengan rincian 23 perkara PHP Gubernur dan Wakil Gubernur, kemudian PHP Walikota dan Wakil Walikota sebanyak 49 perkara, dan 237 untuk PHP Bupati dan Wakil Bupati.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya