Berita

All New Toyota Avanza/Dok TAM

Otomotif

Terimbas PPN 12 Persen, Toyota Avanza Kini Paling Murah Rp240 Jutaan

MINGGU, 12 JANUARI 2025 | 06:40 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diterapkan kepada seluruh kendaraan roda empat sebagai buntut dari kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen telah berimbas terhadap harga jual pada Januari 2025.

Seperti yang dialami Toyota Avanza yang per Januari 2025 melakukan penyesuaian harga. Kini Avanza dibanderol paling murah sekitar Rp240 jutaan.

Harga di atas berlaku untuk OTR Jakarta. Harga di wilayah lain sangat mungkin berbeda.


Kenaikan harga mobil Toyota ini merupakan imbas dari PPN 12 persen. Di mana mobil-mobil yang dikenakan PPnBM memang terimbas dari kenaikan PPN 12 persen. 

Berikut rincian daftar harga Toyota Avanza sebelum dan sesudah kenaikan harga:

Avanza 1.3 E M/T: dari Rp239,7 juta jadi Rp242,9 juta
Avanza 1.3 E CVT: dari Rp254,2 juta jadi Rp257,6 juta
Avanza 1.5 G M/T: dari Rp254,2 juta jadi Rp265,6 juta
Avanza 1.5 G CVT: dari Rp276,7 juta jadi Rp280,4 juta

Toyota Avanza sendiri memiliki dua opsi mesin, berkapasitas 1.300 cc dan 1.500 cc. Untuk mesin 1NR-VE 1.329 cc 4 silinder menghasilkan tenaga 98 PS dan torsi 12,4 Kgm. Sementara mesin 2NR-VE 1.496 cc 4 silinder menghasilkan tenaga 106 PS dan torsi 14 Kgm. 

Soal transmisi, juga memiliki opsi manual dan CVT. Transmisi tersebut dilengkapi dengan split gear baru yang dikembangkan untuk memberikan rasio gigi yang lebih lebar guna menciptakan akselerasi yang bertenaga dan mulus serta pengalaman jelajah yang senyap.

Selain itu, Toyota juga sangat mengutamakan fitur keselamatan seperti Vehicle Stability Control dan Hill Start Assist menjadi standar baru. All New Avanza bahkan diperkuat dengan Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Fitur Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya