Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Ahmad Yani Curiga PDIP di Balik Kegaduhan Survei OCCRP

RABU, 01 JANUARI 2025 | 22:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) yang memasukkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam daftar tokoh dunia yang terlibat dalam kejahatan terorganisir dan korupsi untuk tahun 2024 menjadi diskursus hangat.

Koordinator Koalisi Kader Partai Golkar (KKPG) Ahmad Yani Panjaitan memandang hasil survei itu tidak lebih dari fitnah dan propaganda  tanpa didasari data yang akurat.

"Sampai detik ini belum ada satu laporan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Presiden ke-7 itu, tapi mengapa OCCRP bisa membuat rilis itu?" ujar Ahmad Yani kepada wartawan, Senin 1 Desember 2024.


Koordinator Koalisi 40 ormas pemuda untuk Jokowi atau Kopi Jokja ini juga menduga bahwa survei ini berkaitan dengan serangan elite-elite PDIP yang sedang disorot karena berbagai dugaan kasus kasus korupsi.

"Saya menduga case ini hampir mirip dengan UU nomor 7/2021 tentang pajak yang awalnya dimotori oleh PDIP sehingga PPN jadi naik menjadi 12 persen, tapi yang dikambing hitamkan Pemerintahan Prabowo," tuturnya.

Ahmad Yani mengatakan, PDIP sebagai pengusung utama Jokowi saat menjadi presiden, telah banyak menunggangi kekuasaan untuk mencari keuntungan.

"Contoh saja atas dugaan keterlibatan menantu Ketum PDIP inisial HH di proyek BTS Bhakti Kominfo, juga atas dugaan setoran judi online,"  tuturnya.

"Jadi wajar jika kita menduga kuat hasil OCCRP ini adalah pesanan dari PDIP yang berupaya mendiskreditkan dan mengkambinghitamkan mantan Presiden Jokowi," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya