Berita

Organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah, 'Aisyiyah/Istimewa

Nusantara

Dakwah ‘Aisyiyah Bukti Nyata Kontribusi Perempuan untuk Indonesia Berkeadilan

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 20:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Untuk mewujudkan tujuan ‘Aisyiyah, yaitu menjunjung tinggi agama Islam dan menegakkan nilai-nilai Islam menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, maka perlu melakukan gerakan dakwah. 

Dakwah ini merupakan tanggung jawab setiap muslim yang bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, dalam kegiatan Song-Song Tanwir I ‘Aisyiyah, Belajar dari Praktik Baik untuk Pengembangan Program Sebagai Upaya Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Indonesia Berkeadilan, Ahad 29 Desember 2024.


“Dakwah yang dilakukan ‘Aisyiyah adalah dakwah dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar, dengan bil hikmah dalam kebijaksanaan, dan memberikan peringatan yang baik dengan semangat musyawarah atas dasar ketaqwaan kita kepada Allah. Dan proses dakwah ‘Aisyiyah ini dilakukan dengan berbagai macam strategi untuk mewujudkan tujuan ‘Aisyiyah itu sendiri,” tutur Salmah, dalam keterangannya, Selasa, 31 Desember 2024.

Kerja-kerja dakwah yang sudah dilakukan oleh ‘Aisyiyah, lanjut Salmah, dilakukan secara implisit maupun eksplisit dalam rangkaian mewujudkan keadilan. Keadilan ini bukan hanya terkait hukum, tetapi keadilan dalam berbagai aspek kehidupan. 

Namun Salmah mengajak agar ‘Aisyiyah tidak berhenti dan terus melakukan gerak dakwahnya. termasuk melakukan evaluasi dan mengawal untuk mewujudkan keadilan seluas-luasnya. 

Dalam acara yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh hampir seribu peserta ini, hadir 10 narasumber dari berbagai Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah yang memaparkan kerja-kerja dakwahnya di berbagai bidang. Seperti bidang pendidikan, bidang dakwah di daerah pelosok, bidang lingkungan hidup, bidang pendampingan hukum, bidang pendampingan bagi korban kekerasan, bidang kesehatan, bidang kebudayaan, bidang ekonomi, bidang advokasi kebijakan, dan bidang tabligh di komunitas suku Tengger.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Moxsa Djalamang berbagi pengalaman ‘Aisyiyah Banggai yang melakukan pendampingan bagi masyarakat suku pedalaman Loinang, di dusun Tombiobong. 

“Yang dibawa bukan agama tetapi dakwah al-maun dengan perhatian mendalam sehingga mereka tergerak dengan kita,” ujar Sri Moxsa yang akrab disapa Kele Inang ini. 

Menurutnya, gerak dakwah yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah Banggai ini dimulai dari pendekatan dari rumah ke rumah yang dilakukan dengan menggunakan bahasa setempat. 

“Kurang lebih satu tahun kami setiap minggu datang menanyakan kabar, membawakan sembako, menanyakan masak apa, sehingga kita tahu pola konsumsi mereka dengan pendekatan seperti ini kita bisa masuk kemudian mereka merasa nyaman dengan kita,” tuturnya. 

Dari sana kemudian ‘Aisyiyah Banggai melakukan gerak dakwahnya melakukan edukasi kesehatan, edukasi pangan, edukasi PHBS, pendidikan, perekonomian, hingga penyediaan air bersih. Hingga akhirnya dari kerja dakwah ini ‘Aisyiyah Banggai mendapatkan penghargaan SDG’S Award 2024 dari Pemerintah Indonesia.

Sementara itu di Lahat, selain memberdayakan perekonomian perempuan marginal di 13 Desa, ‘Aisyiyah juga menjadi pihak yang pertama kali melakukan pendampingan bagi orang muda dengan disabilitas untuk bisa diterima di dunia kerja. 

Melalui berbagai pelatihan dan menggandeng multipihak, ‘Aisyiyah membuka kesempatan magang dan kesempatan kerja bagi orang muda dengan disabilitas. 

Kemudian di Muna Barat, ‘Aisyiyah juga melakukan langkah advokasi untuk mendorong penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Perkawinan Anak serta mendorong pengadilan agama dapat menggelar sidang di luar pengadilan untuk memberikan akses bagi banyak pasangan yang belum mencatatkan perkawinannya secara resmi.

Gerak dakwah organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah ini dilakukan dengan menggerakkan perempuan-perempuan sebagai agen perubahan. Peran penting perempuan ini juga diakui oleh Rahmah Susanti dari PWA Kalimantan Barat yang melakukan Gerakan Hijau Lintas Sektor. 

Menurutnya perempuan tidak hanya dapat melakukan pengajaran ramah lingkungan di keluarga tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menjadi penggerak lingkungan. 

“Perempuan lebih cenderung mendaur ulang, meminimalkan limbah, membeli makanan organik dan produk berlabel ramah lingkungan, serta menghemat air dan energi di rumah tangga,” ujar Rahmah.

Semua ini menjadi bukti nyata praktik-praktik baik kerja dakwah ini menunjukkan komitmen ‘Aisyiyah dan menunjukkan kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkeadilan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya