Berita

Menko Pangan, Zulkifli Hasan/Repro

Nusantara

Menko Zulhas Optimis Indonesia Swasembada Pangan 2027

28 Tahun Terabaikan
MINGGU, 29 DESEMBER 2024 | 09:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas optomistis Indonesia bisa swasembada pangan pada 2027 dengan keterlibatan semua pihak.

Hal itu disampaikan Zulhas dalam acara Islamic International Conference "The Importance Of Religious Moderation and Food Security In Islam" di Grand Hyatt Jakarta, Sabtu 28 Desember 2024.

"Saya mengucapkan selamat kepada Ustaz Adi Hidayat guru saya yang melaksanakan Islamic International Conference," kata Zulhas mengawali sambutan melalui video seperti dikutip RMOL, Minggu 29 Desember 2024.
 

 
"Mohon maaf saya tidak bisa membersamai beliau hari ini, karena bersamaan dengan agenda rapat koordinasi di Provinsi Lampung yang sudah diagendakan lama," sambungnya.

Zulhas mengatakan, selama 28 tahun reformasi, Indonesia belum fokus terhadap swasembada pangan. Di mana pada 2 tahun pertama Presiden BJ Habibie, Indonesia masih fokus menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar.

"Kemudian 5 tahun kemudian kita masih sibuk soal demokrasi, terpilih lah Gus Dur jadi presiden, Megawati jadi wakil. Tidak ada henti-hentinya, hari-hari kita ribut soal politik. Gus Dur jatuh, diganti Megawati. Itu fokus kita 5 tahun berikutnya," tutur Zulhas.

Bahkan, sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Indonesia masih mengalami surplus demokrasi. Sehingga perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dan pertanian tidak menjadi fokus utama.

"Lanjut 10 tahun selesai Pak SBY, Pak Jokowi. Kita sudah bisa mulai fokus membangun, tapi fokusnya adalah infrastruktur. Jalan Tol Jakarta-Surabaya selesai, Lampung-Aceh selesai, pelabuhan, bandara selesai kita bangun," kata Zulhas.

"Tetapi sekali lagi, sektor pangan hampir 28 tahun memang kita kerjakan, tetapi belum menjadi fokus utama," imbuhnya.

Hingga pada 2024 ini, kata Zulhas, setelah 15 tahun berjuang, akhirnya Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden yang fokus utamanya adalah swasembada pangan.

"Kita bersyukur sisa-sisa atau prestasi Orde Baru masih menyisakan basis-basis yang kokoh di bidang pertanian. Kita masih punya irigasi, kita punya Bulog, kita punya gudang dan sebagainya. Kita punya industri pupuk dan seterusnya," jelas Zulhas.

Meskipun sudah memiliki basis di bidang pertanian kata Zulhas, hal tersebut sudah jauh berkurang. Bahkan, Indonesia tidak mempunyai mempertahankan yang ada selama 28 tahun ini.

"Oleh karena itu ini bukan pekerjaan mudah, kita ingin swasembada pangan, pangan dalam artian luas, baik padi, jagung, gula, garam dan lain-lain dalam waktu yang singkat," kata Zulhas.

Zulhas menerangkan bahwa Presiden Prabowo awalnya menyatakan bahwa Indonesia harus swasembada pangan pada 2029. Namun setelah rapat, Prabowo ingin swasembada pangan pada 2028.

Setelah menghadiri APEC dan G20, Prabowo kembali menyatakan bahwa Indonesia harus swasembada pangan pada 2027.

"Saya meyakini bisa kita lakukan, dengan kata kunci kerja sama, kolaborasi antar instansi, antar pemerintah daerah, antar lembaga, antar komunitas, tentu dengan seluruh stakeholder yang lain, termasuk acara hari ini," pungkas Zulhas.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya