Berita

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, memperoleh gelar doktor studi Ilmu Politik dengan yudisium Cumlaude, di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis, 12 Desember 2024/RMOL

Politik

Eddy Soeparno Raih Doktor Ilmu Politik UI dengan Yudisium Cumlaude

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 14:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno berhasil meraih predikat cumlaude, dalam program doktor studi Ilmu Politik, di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). 

Predikat itu diumumkan setelah Eddy Soeparno menjalani Sidang Terbuka Senat Akademik UI, di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI, Depok, Jawa Barat, Kamis, 12 Desember 2024.

"Saudara Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno, kami telah mempelajari disertasi yang saudara ajukan kepada kami serta memperhatikan pembelaan saudara atas pertanyaan dan sanggahan dari kami," ujar Ketua Sidang Promosi Doktor, Prof. Adrianus Eliasta Meliala.


Dalam sidang promosinya, Eddy diuji empat Profesor dari kampus maupun luar kampus UI. Yakni Dr Sri Budi Eko Wardani, Dr Huriyyah, Meidi Kosandi, PhD, dan Dr Mada Sukmajati dari UGM. 

Empat gurubesar itu memberikan sejumlah pertanyaan kepada Eddy, guna mendalami disertasinya yang berjudul "Transformasi Perubahan Partai di Indonesia: Studi Kasus Partai Amanat Nasional (PAN) Periode 2016-2022".

"Berdasarkan semua itu, tim penguji Universitas Indonesia memutuskan untuk mengangkat saudara menjadi doktor dari program studi Ilmu Politik, dengan yudisium cumlaude dan mendapatkan nilai 3,84," sambung Adrianus. 

Eddy bersyukur bisa menyelesaikan studi doktoralnya selama 3 tahun, setelah dipromosikan oleh Gurubesar Ilmu Politik FISIP UI, Prof Aditya Perdana sebagai Promotor dan Co-Promotor Prof. Lili Romli. 

“Secara umum, penelitian ini berargumentasi bahwa PAN telah bertransformasi dari partai ideologis-konfrontatif yang berfokus pada kebijakan (policy-seeking) menjadi partai pragmatis-kooperatif yang berorientasi pada perolehan suara dan jabatan (vote & office seeking),” papar Eddy menjelaskan poin inti disertasinya. 

Wakil Ketua Umum PAN itu memaparkan, disertasinya juga membahas sikap PAN yang memutuskan untuk melakukan perubahan-perubahan signifikan sepanjang periode 2016-2022, untuk beradaptasi dengan tuntutan lingkungan politik agar dapat menjamin keberlangsungan partainya (party continuity).

“Dalam penelitian saya ditemukan faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan PAN sepanjang periode penelitian, seperti pengaruh sistem presidensialisme-multipartai di Indonesia, kebangkitan dan kemudian meredupnya gerakan populisme Islam, dan perubahan kepemimpinan di internal partai,” urainya.

Lebih lanjut, Eddy juga menyampaikan penelitiannya juga berbicara soal perubahan partai politik yang terjadi di Indonesia, yang ujungnya diharapkan bisa dijadikan bahan rujukan bagi partai-partai politik lain dalam menavigasi proses perubahan yang tengah terjadi.

“Kami berharap hasil dari penelitian kami bisa menjadi rujukan partai-partai lain, agar proses perubahan partai yang terjadi tidak membawa dampak negatif tetapi justru menambah nilai bagi partai-partai di Indonesia,” pungkas Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini. 

Turut hadir dalam sidang doktor Eddy Soeparno, Ketua Umum PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Ketua Kadin Anindya Bakrie, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Pimpinan Komisi DPR RI, Pengusaha, dan sejumlah tokoh politik nasional. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya