Berita

Francesco Bagnaia suskes memenangkan balapan GP Malaysia 2024/Net

Olahraga

Sukses Tunda Pesta Juara Jorge Martin, Bagnaia: Mari Kita Nikmati

MINGGU, 03 NOVEMBER 2024 | 23:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jorge Martin dipaksa menunda pesta juara dunia MotoGP 2024 oleh rival terkuatnya, Francesco Bagnaia. Usai memenangkan seri GP Malaysia 2024, Bagnaia kini hanya berjarak 24 poin dari Martin,

Hasil MotoGP Malaysia 2024 itu bikin rider Ducati Lenovo Team itu mencatatkan rekor 10 kali kemenangan di balapan utama. Namun dia masih tertinggal 24 poin dari Martin, yang hanya 3 kali memenangkan balapan utama.

"Pada akhirnya, ketika Anda memenangkan sepuluh balapan dan masih tertinggal 24 poin, Anda tahu bahwa Anda harus meningkatkan sesuatu," kata Bagnaia dikutip Todocircuito, Minggu, 3 November 2024.


"Saya pergi dengan harapan untuk menikmati diri saya sendiri, seperti yang saya katakan, tidak semua orang bisa bermain untuk meraih gelar. Tentunya tidak ada seorang pun tidak pernah tertinggal 24 poin dengan 10 kemenangan. Mari kita nikmati," sambungnya.

Pada seri terakhir MotoGP 2024, poin maksimal yang bisa dikumpulkan pembalap adalah 37 poin. Saat ini Martin memiliki 485 poin, sementara Bagnaia punya 461 poin, atau selisih 24 poin.

Martin bakal mengunci gelar juara dunia di seri terakhir MotoGP 2024 kalau menjuarai balap sprint. Pembalap Prima Pramac Racing itu hanya butuh 2 poin lebih banyak dari Bagnaia saat sprint race seri terakhir.

Jika Martin berhasil menjuarai sprint race terakhir MotoGP 2024, maka dia mendapatkan 12 poin atau total 497 poin. Andai Bagnaia bisa finis kedua dan dapat 9 poin, maka total meraih 470 poin. Dengan selisih 27 poin, Maka Martin sudah bisa mengunci gelar juara MotoGP 2024 tanpa memandang hasil balapan utama keesokan harinya.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya