Berita

Mobil-mobil tersapu air, setelah banjir yang didahului oleh hujan lebat menyebabkan sungai meluap di kota Alora, Malaga, Spanyol/Net

Global

95 Orang Tewas dalam Banjir Bandang Spanyol

KAMIS, 31 OKTOBER 2024 | 12:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hujan dan badai besar yang melanda wilayah Timur dan Selatan Spanyol mengakibatkan bencana banjir yang menewaskan sedikitnya 95 orang.  

Layanan darurat di Valencia pada hari Rabu, 30 Oktober 2024, mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat banjir bandang sebanyak 92 orang.

Sementara dua orang lagi meninggal di wilayah Castilla-La Mancha yang berdekatan, dan satu korban lainnya dilaporkan di Andalusia di selatan.


Jumlah korban bisa bertambah karena beberapa orang masih belum diketahui keberadaannya.

Carlos Mazon, pemimpin daerah Valencia, mengatakan dalam konferensi pers bahwa beberapa orang masih terisolasi di lokasi yang sulit dijangkau.

"Jika (layanan darurat) belum tiba, itu bukan karena kurangnya sarana atau kecenderungan, tetapi masalah akses," kata Mazon, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan kendaraan tersapu ke jalan-jalan oleh air berwarna lumpur.

Lebih dari 1.000 tentara dari unit tanggap darurat Spanyol dikerahkan ke daerah yang terkena dampak dan pemerintah pusat membentuk komite krisis untuk membantu mengoordinasikan upaya penyelamatan.

Layanan darurat di Valencia menghimbau warga untuk menghindari segala jenis perjalanan darat dan mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi.

Lansia juga merupakan kelompok yang paling rentan. Penyiar nasional RTVE menayangkan video panti jompo dengan beberapa lansia di kursi roda dan air naik hingga ke lutut mereka saat staf berjuang untuk memastikan keselamatan mereka.

Di tempat lain, sepasang lansia diselamatkan dari lantai atas rumah mereka oleh unit militer menggunakan buldoser, dengan tiga tentara mendampingi mereka.

Menteri Kebijakan Teritorial dan Memori Demokrasi, Angel Victor Torres mengumumkan bahwa Spanyol akan menjalani masa berkabung selama tiga hari mulai Kamis, 31 Oktober 2024.

"Perdana Menteri Pedro Sanchez berbicara dengan Raja Felipe VI pada hari Rabu, 30 Oktober 2024 dan memberitahunya tentang hari-hari berkabung resmi," kata Torres dalam konferensi pers.

Jumlah korban tewas tampaknya menjadi yang terburuk di Eropa akibat banjir sejak 2021 ketika sedikitnya 185 orang meninggal di Jerman.

Ini juga merupakan bencana banjir paling mematikan di Spanyol sejak 1996, ketika 87 orang tewas di dekat sebuah kota di pegunungan Pyrenees.

PM Spanyol mengatakan pemerintah tidak akan menelantarkan mereka yang terkena dampak banjir.

"Seluruh Spanyol menangis bersama kalian semua. Prioritas utama kami adalah membantu kalian. Kami tidak akan menelantarkan kalian," kata Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi.

Raja Felipe VI mengaku sangat sedih mengetahui hilangnya nyawa banyak orang akibat banjir dan berterima kasih kepada layanan darurat atas tanggapan mereka.

"Kerajaan juga menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban," kata Raja.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa siap membantu upaya penyelamatan warga terdampak.

"Apa yang kami lihat sangat menghancurkan. Kami telah mengaktifkan sistem satelit Copernicus kami untuk membantu mengoordinasikan tim penyelamat, dan kami telah menawarkan untuk mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil kami," kata dia.

Ahli meteorologi mengatakan hujan selama setahun telah turun diwaktu delapan jam di beberapa bagian Valencia, menghantam pertanian di wilayah yang menghasilkan hampir dua pertiga buah jeruk yang ditanam di Spanyol, salah satu produsen teratas dunia.

Kereta ke kota Madrid dan Barcelona dibatalkan karena banjir, dan sekolah serta layanan penting lainnya dihentikan di daerah yang paling parah terkena dampak.

Perusahaan kereta api milik negara Spanyol Renfe mengatakan kereta cepat dengan 291 penumpang di dalamnya yang melakukan perjalanan dari Malaga ke Madrid tergelincir tak lama setelah berangkat karena tanah longsor. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa hujan lebat telah menjadi lebih sering dan intens di seluruh dunia, sebagian besar disebabkan oleh perubahan iklim.

Aktivitas manusia seperti pembangunan perkotaan, penggundulan hutan, dan infrastruktur yang tidak memadai juga diketahui dapat meningkatkan risiko banjir.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya