Berita

KTT ke-4 ASEAN - Australia di Laos, Kamis, 10 Oktober 2024/Ist

Dunia

Wapres Maruf Amin: Australia Mitra Penting ASEAN

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 19:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kemitraan antara ASEAN dan Australia yang telah berlangsung selama 50 tahun telah menghasilkan berbagai capaian penting.

Wakil Presiden RI, Maruf Amin mengatakan, Australia termasuk sebagai salah satu mitra yang sangat aktif.

"Di pilar ekonomi, Australia adalah mitra penting ASEAN dalam penerapan Kemitraan Komprehensif Regional (RCEP) dan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru,” kata Maruf Amin dalam KTT ke-4 ASEAN - Australia di National Convention Centre, Laos, Kamis, 10 Oktober 2024. 


Pada pilar politik-keamanan, disampaikan bahwa penanganan terorisme dan kejahatan transnasional semakin kuat.

Sementara pada pilar sosial budaya, Australia tercatat turut mendukung ketahanan kesehatan selama pandemi Covid-19, kerja sama pendidikan dan hubungan antar masyarakat.

Selanjutnya, Wapres Maruf Amin menyampaikan bahwa kerja sama di ketiga pilar sangat penting untuk meningkatkan ketahanan di kawasan serta mewujudkan AOIP yang inklusif.

Wapres Maruf Amin juga menekankan dua hal penting untuk menghadapi situasi geo-politik global yang terjadi saat ini.

Pertama, mendorong perdamaian dan stabilitas global yang menjadi tanggung jawab bersama, termasuk ASEAN dan Australia. Kedua, hukum internasional harus berlaku di setiap belahan dunia, termasuk Palestina dan tidak boleh ada standar ganda.

“Sebagai kawasan yang majemuk, kita harus bersama-sama menghindari terjadinya konflik dan kondisi yang semakin panas,” tambah Maruf Amin.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kembali salah satu capaian penting dalam kerja sama ASEAN-Australia, yakni dengan diluncurkannya Tim Kesepakatan Investasi (Investment Deal Teams) pada KTT-ASEAN Australia dalam Perayaan ke-50 Kemitraan pada Maret 2024 lalu.

Pada tahap awal, tim ini akan berlokasi di Jakarta, Singapura, dan Ho Chi Minh. Tim yang dibentuk ini didukung dengan dana sebesar 70,2 juta Dolar AS melibatkan ahli di sektor pemerintah dan swasta, serta mempertemukan perusahaan rintisan, lembaga penelitian, dan pelaku teknologi untuk mendorong transformasi digital.

“Tim ini diharapkan mendorong fasilitasi pembiayaan green energy dan investasi di bidang clean energy transition,” tambah Airlangga.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya