Berita

Presiden terpilih Prabowo Subianto/Istimewa

Politik

Gerindra Bakal Bangun Oposisi untuk Kontrol Parpol Koalisi?

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 17:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintahan Prabowo Subianto dinilai masih butuh oposisi dari pihak luar. Terutama untuk mengontrol partai politik yang bergabung dalam koalisi pemerintahan.

Nah, menurut Direktur Eksekutif Center of Budget Analysist, Uchok Sky Khadafi, pihak yang akan membangun oposisi pada pemerintahan mendatang adalah Partai Gerindra.

Uchok mengatakan, Gerindra akan mengontrol partai politik koalisi dengan melahirkan oposisi melalui orang-orang di luar pemerintahan.


"Oposisi itu akan dibangun di luar. Yang bangun nanti tetap orang-orangnya Prabowo dan Gerindra. Untuk mengontrol kabinet," kata Uchok kepada RMOL, Kamis, 10 Oktober 2024.

Uchok menambahkan, seluruh partai politik yang ada di pemerintahan Prabowo akan diawasi oleh tim oposisi yang dibangun Gerindra ini.

"Kabinet kan dibagi-bagi nih, karena (parpol) berjasa. Lihat saja nanti, orang-orang Gerindra itu yang akan membangun oposisi untuk mengontrol orang-orang dan parpol yang ikut mereka," paparnya.

"Sekarang enggak ada oposisi nih, nanti orang-orang Gerindra sendiri yang membentuk oposisi," tutupnya.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya