Berita

Irwansyah Putra Nasution/Ist

Politik

Putusan KPU Tapanuli Selatan Digugat Ke PTTUN Medan

SENIN, 07 OKTOBER 2024 | 21:21 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pasangan Calon Nomor urut satu Pilkada Tapanuli Selatan 2024 Gus Irawan Pasaribu - Jafar Syahbuddin Ritonga melakukan gugatan sengketa pemilihan ke PTTUN Medan terhadap KPU Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kuasa hukum Gus-Jafar, Irwansyah Nasution menyatakan gugatan diregistrasi dengan nomor : 10/G/Pilkada/2024/PTTUN Medan.

"Saat ini sudah memasuki pemeriksaan berkas. Jawaban tergugat dari KPU sudah berjalan," katanya, Senin, 6 Oktober 2024.


Ia menjelaskan langkah gugatan ini diatur dalam undang-undang pemilu No 10 tahun 2016. Gugatan dilakukan karena KPU Tapsel menganulir atau tidak melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu Tapsel yang dalam putusan rekomendasinya menyatakan KPU Tapsel melakukan pelanggaran administrasi dalam melakukan pergantian pasangan calon dari Ahmad Bukhori menjadi Parulian Nasution.

“Dalam undang-undang pemilu dinyatakan sanksi pelanggaran administrasi bisa membatalkan pasangan calon. Kita patuh terhadap hukum. Makanya melakukan gugatan. KPU Tapsel telah melanggar regulasi yang ada," ucap Irwansyah.

Irwansyah yang akrab disapa Ibey mengungkapkan dalam aturannya, sejak didaftarkan ke PTTUN dan diregistrasi, maka selama 15 hari hakim PTTUN harus memutuskannya. Ia pun berharap ada putusan yang berkeadilan dalam gugatan ini.

"Hakim harus mempertimbangkan dan mengujinya. Kita berharap mendapatkan keadilan dengan membatalkan Putusan Nomor 1122 KPU Tapsel," Ibey.

KPU Tapsel menetapkan dua pasangan calon di Pilkada Tapsel 2024 yakni Dolly Putra Parlindungan Pasaribu berpasangan dengan Parulian Nasution dari perseorangan dan Gus Irawan Pasaribu berpasangan Jafar Syahbuddin Ritonga dari partai politik dengan Surat Keputusan KPU Tapsel Nomor 1122 tahun 2024.

Parulian Nasution ditetapkan sebagai pengganti Ahmad Bukhori Siregar yang dinyatakan tidam memenuhi syarat karena tidak mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan di RSUP H Adam Malik Medan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya