Berita

Foto ilustrasi (Reuters)

Bisnis

Saham Prajogo Pangestu Runtuh Curam

IHSG Anjlok
JUMAT, 20 SEPTEMBER 2024 | 17:51 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Situasi agak janggal mendera bursa saham Indonesia. Di tengah masih positifnya bursa saham global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru turun curam dalam menutup sesi perdagangan pekan ini, Jumat 20 September 2024. Pantauan menunjukkan gerak runtuh IHSG kali ini diakibatkan runtuhnya harga saham-saham yang dikuasai Prajogo Pangestu.

Terutama saham BREN, Barito Renewables Energy yang mengalami keruntuhan harga hingga 19,95 persen. BREN menutup sesi sore dengan turun 19,95 persen di Rp8.825. Saham lain terkait Prajogo Pangestu juga runtuh curam namun dalam rentang yang lebih mendingan seperti: PTRO, BRPT, dan TPIA. Akibat dari rontoknya saham-saham tersebut, gerak IHSG terdampar dalam zona koreksi tajam. Hingga sesi perdagangan sore ditutup, IHSG runtuh 2,05 persen di 7.743.

Serangkaian laporan yang beredar menyebutkan, keruntuhan saham-saham milik Prajogo Pangestu tersebut yang dilatari oleh sentimen dikeluarkannya saham BREN dari daftar indeks FTSE. Dalam laporan yang beredar disebutkan, saham BREN dinilai tak masuk kualifikasi karena dari 97 persen saham yang beredar dikuasai beberapa pihak saja.


Akibat dari sentimen ini, harga saham BREN yang dalam beberapa bulan terakhir terlihat cukup mewarnai gerak IHSG, hancur lebur. Sentimen runtuhnya saham BREN kemudian juga menyeret saham milik Prajogo Pangestu lainnya, yang kemudian membuat IHSG turun tajam. Catatan menunjukkan nilai kapitalisasi pasar BREN setara dengan saham Bank BCA, BBCA. Dan kerontokan BREN, terlebih bersama saham terkait lainnya, memaksa IHSG jatuh dalam zona merah.

Pantauan juga memperlihatkan, keruntuhan BREN yang membuat indeks saham sektor infrastruktur terbanting parah hingga lebih dari 3 persen. Hingga sesi perdagangan berakhir, Indeks infrastruktur tercatat ambruk 3,26 persen di 1.591,34. Sementara pantauan pada saham unggulan memperlihatkan gerak yang beralih merah pada sesi perdagangan sore, setelah sebelumnya terlihat bertahan.

Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan terpantau masih mampu menguat, seperti: ADRO, TLKM, PTBA, PGAS, ICBP serta INDF. Sedangkan sejumlah saham unggulan lainnya turun dalam kisaran cenderung moderat, seperti: BBCA, BBRI, ASII, BBNI dan BMRI. Pola demikian sekaligus mengkonfirmasi penurunan IHSG yang hanya dominasi oleh saham-saham terkait Prajogo Pangestu.

Sementara laporan dari jalannya sesi perdagangan di Asia menunjukkan, situasi optimis yang masih berlanjut. Seluruh Indeks menguat dalam rentang bervariasi hingga perdagangan berakhir. Secara keseluruhan, pelaku pasar di Asia masih mengandalkan sentimen positifnya indeks Wall Street ada sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks Nikkei (Jepang) memimpin penguatan dengan melonjak 1,53 persen setelah menutup sesi di 37.723,91. Sementara indeks ASX200 (Australia) naik moderat 0,21 persen di 8.209,5, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) menguat 0,49 persen dengan terhenti di 2.593,37. Laporan lebih jauh menyebutkan, lonjakan tajam indeks Nikkei yang dilatari oleh langkah bank Sentral Jepang, BoJ yang mempertahankan suku bunga. Kebijakan tersebut kemudian menghentikan laju penguatan nilai tukar mata uang Yen, dan situasi ini mendapatkan sambutan positif pada indeks Nikkei.

Dolar AS Segera di Rp15.000

Kinerja gemilang dilaporkan datang dari pasar uang, di mana Rupiah mampu mengikuti irama penguatan mata uang utama dunia. Rupiah terpantau menapak zona penguatan tajam secara konsisten di sepanjang sesi perdagangan. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp15.145 per Dolar AS atau melonjak 0,55 persen.

Posisi tersebut sekaligus telah sangat dekat dengan level psikologis penting yang telah lama dinantikan yaitu di kisaran Rp15.000. Penguatan rupiah kali ini terlihat sangat seiring dengan irama penguatan yang kembali berlanjut di pasar global pada sesi sore ini. Pantauan terkini menunjukkan, mata uang Euro yang kini telah kembali mendekati level psikologis nya di kisaran 1,1200.

Sedangkan Poundsterling telah berhasil menembus level psikologis nya di kisaran 1,3300, dan Dolar Australia telah dengan stabil berada di atas level psikologis nya di kisaran 0,6800. Momentum tersebut nampaknya mampu dimaksimalkan Rupiah untuk membukukan lonjakan tajam. Rupiah bahkan terpantau sempat melonjak hingga lebih dari 1 persen untuk sekaligus menjadi mata uang terkuat di Asia.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya