Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Dampak Badai, Brent Melonjak hingga 1,59 Persen

SELASA, 17 SEPTEMBER 2024 | 08:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia menguat di tengah dampak Badai Francine terhadap produksi di Teluk Meksiko, Amerika. 

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 1,59 persen atau sebesar 1,14 Dolar AS, sehingga menjadi 72,75 Dolar AS per barel pada Selasa (17/9) WIB.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, naik 2,1 persen atau sebesar 1,44 Dolar AS, sehingga menjadi 70,09 Dolar AS per barel. 


Analis Kpler, Matt Smith, mengatakan, dampak badai berpengaruh terhadap Harga minyak.  "Dampaknya lebih pada sisi produksi daripada pada penyulingan. Oleh karena itu, ini sedikit condong ke arah bullish," katanya,

Lebih dari 12 persen produksi minyak mentah dan 16 persen produksi gas alam di Teluk Meksiko AS tetap offline setelah Badai Francine. Namun, secara keseluruhan, pasar tetap berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve, Rabu (18/9) mendatang. 

Produksi kilang minyak China mengalami penurunan karena permintaan bahan bakar dan margin ekspor yang lemah sehingga membatasi produksi.

Pekan lalu, Brent dan WTI masing-masing melonjak sekitar 1 persen  tetapi masih jauh di bawah rata-rata Agustus mereka masing-masing sebesar 78,88 dan 75,43 Dolar AS per barel.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya