Berita

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik/Ist

Politik

Demokrat Sebut Anies Gagal Nyagub Bukan Dijegal, Tapi....

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2024 | 12:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gagalnya Anies Baswedan berlayar di Pilkada sebagai Calon Gubernur Jakarta dikomentari Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu  menilai Anies Baswedan tidak dijegal untuk mengikuti Pilkada, melainkan karena semakin banyak yang kehilangan kepercayaan padanya.

"Anies dijegal ikut Pilkada karena ditakuti? Bukan ditakuti, tapi mungkin sudah makin banyak yang tak percaya padanya dan tak mau lagi bersekutu," katanya seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya, Kamis (12/9).


Menurut Rachland, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersebut dinilai tidak setia kepada rekan-rekannya. Dia menegaskan bahwa Anies telah menunjukkan dirinya sebagai sosok yang tidak bisa dijadikan kawan sejati.

Ambisi berkuasa disebut menjadi alasan utama mengapa Anies tega berbohong dan menusuk dari belakang, bahkan terhadap mereka yang pernah menjadi sekutunya.

"Sudah terbukti: Anies bukan kawan sejati. Demi ambisi berkuasa, dia tega membohongi kawan dan menggunting dalam lipatan," sambung Rachland.

Pernyataan ini memperkuat Ketidakharmonisan Partai Demokrat dengan Anies Baswedan. Demokrat sepertinya masih kecewa karena Anies batal menjadikan ketua umum AHY sebagai cawapres dan justru berpaling ke Muhaimin Iskandar.

Padahal Demokrat pernah jalan bersama Anies saat proses Pilpres kurang lebih selama setahun. Kader Demokrat pun sudah banyak mengeluarkan dana untuk membuat baliho Anies-AHY.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya