Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PDIP Ancaman Bagi Dinasti Jokowi

SELASA, 03 SEPTEMBER 2024 | 15:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

PDI Perjuangan dianggap menjadi sasaran tembak dan pengawasan Joko Widodo karena partai berlogo kepala banteng itu dianggap sebagai ancaman bagi keluarga serta dinasti Jokowi.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto merespon tuduhan PDIP yang menyebut bahwa Jokowi menjadi penyebab kegagalan Anies Baswedan maju di Pilkada 2024.

"Sebab Jokowi menjaga kekuasaannya sampai berakhir dan membuka ruang seluas-luasnya bagi keluarga dan dinasti," kata Hari kepada RMOL, Selasa (3/9).


"Wajar jika PDIP menjadi sasaran tembak dan pengawasan Jokowi karena PDIP ancaman bagi keluarga serta dinasti," imbuhnya.

Apalagi kata Hari, partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) tidak memiliki strategis yang bagus karena banyak yang tersandera kasus.

"Dan Jokowi menggunakan kekuasaan untuk menyandera bagi yang tidak sejalan dengan tujuannya," pungkas Hari.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya