Berita

Jokowi (kiri)-Bahlil Lahadalia (kanan)

Politik

Raja Jawa Mualaf Golkar Tergantung Bahlil

RABU, 21 AGUSTUS 2024 | 17:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nasib Jokowi menjadi dewan pembina atau hanya sekedar menjadi kader Golkar tergantung tulisan tangan Bahlil Lahadalia. Sebab selain ditetapkan menjadi ketua umum, Munas Golkar memberi mandat kepada politisi kelahiran Maluku Tengah itu untuk sendirian menyusun personalia kepengurusan beringin periode 2024-2029.

"Munas XI Partai Golkar secara resmi telah mengesahkan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Ketum Bahlil juga menjadi formatur tunggal yang diberikan mandat penuh dalam menyusun komposisi dan personalia DPP Partai Golkar periode 2024-2029," ujar Ketua Penyelenggara Rapimnas dan Munas XI Partai Golkar Bambang Soesatyo usai Munas XI Partai Golkar di JCC Jakarta, Rabu (21/8).

Bahlil disahkan menjadi ketua umum Golkar setelah terpilih secara aklamasi dalam munas.


Munas diikuti 38 DPD Partai Golkar tingkat provinsi, 514 DPD tingkat kabupaten/kota, ormas yang mendirikan serta didirikan, serta organisasi sayap Partai Golkar. 

Bamsoet, demikian Bambang Soesatyo disapa, menjelaskan sesuai amanat AD/ART, munas adalah pengampu kekuasaan tertinggi dalam tubuh organisasi Partai Golkar. 

Karenanya, seluruh kader Partai Golkar memiliki kewajiban yang sama untuk menghormati dan menjunjung tinggi semua keputusan yang ditetapkan dalam Munas. 

"Munas merupakan media evaluasi, proyeksi dan konsolidasi. Munas sebagai media konsolidasi akan menyatukan kita dalam gerak sinergi dan kolaborasi, serta meneguhkan loyalitas dan integritas dari setiap kader Partai Golkar," kata Bamsoet. 

Dia menegaskan di bawah kepemimpinan Ketum Bahlil, Partai Golkar siap memenangkan Pilkada serentak 2024.

Partai Golkar memiliki target untuk memenangkan Pilkada sebesar 60 persen pada pemilihan gubernur, bupati serta wali kota yang tersebar di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota se-Indonesia.

"Partai Golkar solid untuk memenangkan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan tanggal 27 November 2024.

Partai Golkar sebagai pengusung utama pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 juga berkomitmen mengawal dan mensukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran sampai purna bhakti di tahun 2029," pungkas Bamsoet.

Anggapan Bahlil 'kepanjangan tangan' Jokowi menyeruak sesaat setelah Airlangga Hartarto mengundurkan diri sebagai ketum Golkar. Di saat bersamaan berkembang isu Jokowi bakal menjadi dewan pembina di partai berlogo beringin.

Posisi itu dianggap diperlukan oleh Jokowi untuk menjaga kepentingan setelah tak lagi berkantor di istana, selain untuk mengamankan Gibran selama menjadi wapres dari cengkeraman kekuatan koalisi pendukung pemerintah maupun oposisi. Meskipun hingga kini Jokowi yang belakangan ramai disebut sebagai raja Jawa dan Gibran masih memegang kartu anggota PDIP.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya