Berita

Ilustrasi latihan perang yang semakin sering di Laut China Selatan

Dunia

Tiongkok dan Lawannya Sudah Latihan Perang di LCS

JUMAT, 09 AGUSTUS 2024 | 12:42 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Militer Tiongkok sama sekali tidak mau pusing dengan protes Filipina. Hari Selasa lalu (6/8), militer Tiongkok menggelar latihan perang di dekat wilayah Laut China Selatan yang diklaim Filipina.

Komando Teater Selatan Tentara Rakyat Tiongkok sehari kemudian (Rabu, 8/8) mengatakan bahwa mereka telah melakukan patroli tempur udara dan laut di dekat Scarborough Shoal untuk menguji kemampuan serangan.

Menurut Aljazeera, latihan tersebut dilakukan pada hari yang sama ketika Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Filipina melakukan manuver militer di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Manila, yang meliputi Laut Filipina Barat.


Pernyataan bersama yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Nasional Kanada pada tanggal 6 Agustus mengatakan bahwa gabungan angkatan bersenjata Australia, Kanada, Filipina, dan Amerika Serikat akan melakukan Aktivitas Kerja Sama Maritim Multilateral di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina pada tanggal 7 dan 8 Agustus.

Unit angkatan laut dan angkatan udara dari negara-negara peserta akan beroperasi bersama untuk meningkatkan kerja sama dan interoperabilitas antara angkatan bersenjata kita, demikian pernyataan tersebut.

"Aktivitas tersebut akan dilakukan dengan cara yang konsisten dengan hukum internasional dan dengan memperhatikan keselamatan navigasi serta hak dan kepentingan negara lain," katanya.

“Kami bersatu untuk mengatasi tantangan maritim bersama dan menggarisbawahi dedikasi bersama kami untuk menegakkan hukum internasional dan tatanan berbasis aturan,” tambahnya.

Keempat negara menegaskan kembali Putusan Pengadilan Arbitrase Laut China Selatan 2016 sebagai keputusan final dan mengikat secara hukum bagi para pihak yang bersengketa.

Pernyataan bersama tersebut ditandatangani oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Jenderal Romeo Brawner Jr, Kepala Angkatan Pertahanan Australia, Laksamana David Johnston; Kepala Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan dan Kepala Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo.

Juru bicara Angkatan Laut Filipina untuk Laut Filipina Barat, Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad mengatakan ini adalah Kegiatan Kerja Sama Maritim Multilateral pertama dari keempat negara.

“Kegiatan tersebut, yang pertama melibatkan keempat negara, dilakukan di ZEE kami dan dalam batas-batas hukum internasional. Ini mendukung putusan Pengadilan Arbitrase 2016 tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Trinidad seperti dikutip oleh Philippine News Agency (PNA).

Angkatan Bersenjata Filipina dalam sebuah pernyataan yang mengutip Trinidad mengatakan, “Namun, kami dapat mengonfirmasi keberadaan tiga kapal Angkatan Laut PLA, yaitu korvet kelas Jiangdao II Wuzhou (FSG-626) Angkatan Laut PLA, korvet kelas Jiankai II Huangshan (FFG-570) Angkatan Laut PLA, dan korvet kelas Jiangdao II Quijing (FSG-668) Angkatan Laut PLA, yang mengikuti MMCA yang sedang berlangsung.”

Trinidad juga mengatakan MMCA “tidak ditujukan terhadap negara tertentu” tetapi merupakan ekspresi dukungan kolektif untuk tatanan internasional berbasis aturan.

Kontingen Filipina termasuk fregat rudal BRP Jose Rizal (FF-150) dengan helikopter anti-kapal selam AW-159 “Wildcat” dan kapal patroli lepas pantai, BRP Ramon Alcaraz (PS-16).

Australia telah mengerahkan Poseidon Aircraft (P-8A) sementara Kanada mengirimkan HMCS Montreal (FFH-336) dan helikopter Sikorsky CH-148 Cyclone.

USS Lake Erie (CG-70) dan helikopter Sikorsky MH-60R “Seahawk” mewakili AS.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya