Berita

Foto ilustrasi Bank HSBC (Businesstoday.com)

Bisnis

Bank Hong Kong Buyback Rp24 Triliun, IHSG-Rupiah Kembali Merah

SELASA, 30 JULI 2024 | 16:57 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Pesimisme terlihat kembali mewarnai jalannya sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa 30 Juli 2024, di Bursa Saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten menyisir pelemahan signifikan di sepanjang sesi perdagangan di tengah minimnya sentimen internal yang mengiringi.

Gerak lemas IHSG memang seiring dengan situasi kurang menguntungkan di bursa global dan Asia. Pelaku pasar di Jakarta terlihat kesulitan untuk sekedar menahan keruntuhan indeks lebih tajam. Sementara dari bursa Saham utama Asia dilaporkan, gerak Indeks yang kurang menggembirakan. Bursa Saham Jepang mampu beralih positif di sesi penutupan perdagangan setelah rilis data domestik menunjukkan tingkat pengangguran negeri sakura itu lebih rendah ketimbang ekspektasi pasar.

Negeri Matahari terbit itu mencatatkan angka pengangguran sebesar 2,5 persen, sedikit dibawah ekspektasi investor sebesar 2,6 persen. Investor terlihat memanfaatkan sentimen tersebut dengan berbalik melakukan aksi akumulasi hingga menghijaukan indeks. Indeks Nikkei yang sempat terperosok tajam di awal sesi perdagangan pagi akhirnya mampu beralih positif dan menutup sesi sore dengan naik moderat 0,15 persen di 38.525,95.


Sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) tetap setia di zona merah dengan runtuh tajam 0,99 persen untuk menutup sesi di 2,738,19. Sedangkan indeks ASX 200 (Australia) melemah 0,46 persen dengan berakhir di 7.953,2. Laporan lain dari jalannya sesi perdagangan di Asia datang dari Hong Kong, di mana raksasa keuangan Asia, Bank HSBC, yang sahamnya melambung fantastis hingga 5 persen di tengah ambruknya indeks Hang Seng. Pengumuman aksi pembelian kembali saham (buy back) senilai $1,5 milyar atau lebih dari Rp24 triliun, menjadi penyokong lonjakan gila Saham HSBC.

Laporan dari sesi pembukaan perdagangan di Bursa Saham Utama Eropa menunjukkan gerak Indeks yang lebih optimis. Namun sentimen tersebut terlihat belum memadai untuk dijadikan pijakan bagi pelaku pasar di Jakarta.

Sentimen regional yang secara keseluruhan belum mampu beralih optimis membuat IHSG terperosok dalam pelemahan signifikan. Hingga sesi perdagangan ditutup, IHSG terhempas 0,65 persen di 7.241,8. Sebagian besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan memerah pada sesi hari ini. Diantaranya: BBRI runtuh 2,3 persen di Rp 4.670, BBCA turun 0,73 persen di Rp 10.175, BBNI turun 1,49 persen di Rp 4.950,  TLKM ambruk 5,57 persen di Rp 2.880 serta ASII merosot 1,51 persen di Rp 4.540.

Sementara saham ADRO melonjak signifikan 1,57 persen di Rp 3.230 dan UNTR naik 1,31 persen di Rp 25.000. Pantauan juga memperlihatkan, keruntuhan IHSG yang dikontribusi sangat signifikan oleh saham-saham yang tergabung dalam IDXG30, IDXHIDIV20, dan IDXBUMN20. Hal ini terlihat dari tersungkur nya ketiga Indeks tersebut dalam rentang sangat tajam. Hingga sesi perdagangan ditutup, IDXG30 terbabat 1,33 persen di 149,2, IDXHIDIV20 ambrol 1,4 persen di 542,13, dan IDXBUMN20 terpangkas 1,68 persen di 383,16.

Dolar AS Sempat Tembus Rp16.300

Laporan suram juga datang dari pasar valuta, dimana nilai tukar Rupiah kembali terperosok dalam zona merah. Rupiah tercatat kembali konsisten menapak pelemahan di sepanjang sesi perdagangan. Kemerosotan Rupiah terjadi di tengah bervariasinya gerak nilai tukar mata uang Asia. Pantauan lebih rinci menunjukkan, gerak bervariasi mata uang Asia yang kembali terjebak dalam rentang terbatas.

Mata uang Ringgit Malaysia kembali membukukan penguatan signifikan di sesi perdagangan kali ini. Sementara dari pasar uang global dilaporkan, mata uang utama Dunia yang masih bergulat di titik terlemahnya dalam beberapa pekan terakhir. Terutama pada Dolar Kanada yang terperosok hingga menyentuh titik terlemahnya dalam lebih dari 3 bulan terakhir. Pola yang hampir sama terjadi pada Dolar Australia.

Dengan situasi pasar global yang melingkupi, Rupiah akhirnya kembali melemah dan bahkan membuat Dolar AS kembali menembus level psikologis nya di Rp 16.300. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp 16.295 per Dolar AS atau melemah 0,13 persen setelah sempat mencetak titik terlemahnya di Rp16.329 per Dolar AS.

Kabar hiburan datang dari agenda rilis data ekonomi yang akan terjadi pada sesi perdagangan besok hingga Kamis lusa. Sentimen dari pernyataan The Fed dan rilis data indeks PMI manufaktur serta inflasi bulanan diharapkan mampu menghentikan gerak lemas Rupiah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya