Berita

Logo MIND ID/Net

Bisnis

MIND ID Dorong Kolaborasi Perusahaan Tambang Pacu Industrialisasi

JUMAT, 26 JULI 2024 | 17:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Hilirisasi yang diinisiasi pemerintah memerlukan kerja sama yang baik antarperusahaan tambang dalam upaya menciptakan produk bernilai tambah. Atas dasar itu, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID mendorong kolaborasi antarperusahaan pertambangan untuk memacu hilirisasi sumber daya alam di tanah air.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo menjelaskan, peta kolaborasi sektor tambang harus diperluas lagi hingga lintas sektor, sehingga mampu menciptakan sebuah ekosistem yang lebih lengkap dan terintegrasi.

Value chain sekarang sudah berubah. Tidak bisa semua perusahaan membangun smelter RKEF (rotary kiln electric furnace). Kita memang harus mau berkolaborasi. Kita punya ore, yang penting bagaimana kita bisa membangun ekosistem industri yang bisa memastikan produksi produk hilir sampai dengan baterai,” katanya kepada wartawan, Jumat (26/7).


Dilo menjelaskan, perusahaan yang memproduksi bijih tambang dapat mengirimkan produksinya ke smelter terkait. Nantinya hasil peleburan diteruskan ke smelter berikutnya untuk dimurnikan hingga kemudian berakhir sebagai produk jadi.

Menurutnya, strategi ini perlu diterapkan agar nilai tambah yang didapatkan lebih optimal. Tidak hanya memberi dampak pada ekonomi, upaya tersebut akan membuat tingkat kompetitif produk Indonesia menjadi lebih optimal.

Lebih lanjut, holding pertambangan yang beranggotakan PT Freeport Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indonesia Asahan Aluminium serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendukung pemerintah dalam meningkatkan nilai sumber daya alam di dalam negeri.

Terlebih setelah ada klasifikasi mineral strategis dan mineral kritis, Indonesia dipandang perlu mengatur kuota ekspor komoditas yang dikirimkan ke luar negeri untuk menunjukkan posisi pertambangan Indonesia di pasar global.

“Harga timah saat ini sudah kita kontrol karena hanya 3 negara yang memproduksi. Apabila 3 negara ini tidak memproduksi, maka harga pasti akan naik. Artinya sangat mudah kita bisa mengontrol harga,” ujarnya.

Di samping itu, dalam menghadapi gejolak rantai pasok dan tingkat kompetitif produk RI di pasar dunia, Anggota Grup MIND ID terus menjaga cash cost atau biaya tunai produksi pada level yang ditentukan serta tetap efektif dan efisien.

Dalam catatan MIND ID, cash cost Antam pada produk feronikel mencapai 12.300 dolar AS per ton, diikuti Vale Indonesia sekitar 10.000 hingga 11.000 dolar AS per ton. Secara rata-rata nasional, biaya produksi feronikel di Indonesia berada di level 11.000 hingga 12.000 dolar AS  per ton.

“Perusahaan mineral tambang yang punya cash cost rendah pasti akan survive. Makanya dengan teknologi, pemanfaatan produk dapat dimonetisasi supaya survive,” tuturnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya