Berita

Resimen Mahasiswa (Menwa)/Ist

Pertahanan

Menwa Siap Kerahkan 5 Ribu Personel ke Gaza Bersama TNI

RABU, 26 JUNI 2024 | 01:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Resimen Mahasiswa (Menwa) siap mengerahkan 5000 personelnya untuk membantu misi kemanusiaan di Gaza bersama TNI.

Hal tersebut disampaikan Komandan Resimen Mahasiswa Jayakarta, Raden Umar sebagai respon atas situasi krisis yang semakin memburuk di Gaza dan kesiapan TNI berperan dalam perdamaian Palestina.

"Banyak warga sipil Gaza membutuhkan bantuan mendesak. Personel Menwa yang terlatih dalam berbagai keterampilan kemanusiaan siap berkolaborasi dengan TNI untuk memberikan bantuan medis, logistik, serta dukungan moral kepada penduduk yang terdampak konflik," jelas Umar dalam keterangannya, Selasa (25/6).


Partisipasi Menwa dalam misi kemanusiaan ini menurutnya mengingatkan pada sejarah kontribusi Menwa dalam misi internasional di masa silam.

"Pendahulu Menwa menorehkan sejarah emasnya dengan terlibat aktif pada misi internasional, terutama pada kontingen Garuda VIII di Sinai sebanyak 2 rotasi pada tahun 1978 dan 1979," tuturnya.

Dia melanjutkan, pada masa itu, Menwa turut serta dalam operasi penjaga perdamaian yang dipimpin oleh PBB di Timur Tengah.

"Peran anggota Menwa yang tergabung dalam pasukan PBB saat itu membantu menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah yang dilanda konflik," beber dia.

Sementara, Kepala Staf Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia (Konas), Arwani Deni menegaskan dengan kembali berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Gaza, menunjukkan komitmen dan solidaritasnya dalam membantu para korban krisis perang Gaza.

"Misi ini bukan hanya tentang memberikan bantuan fisik, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar tekad pendirian Menwa," tegasnya.

Dia berharap, Menhan dan Pimpinan TNI dapat merespons itikad baik ini.

"Semoga Bapak Menhan dan Pimpinan TNI dapat merespon itikad kesiapan Menwa dalam memberikan dampak positif bagi penduduk Gaza, serta memperkuat peran Indonesia sebagai negara yang peduli dan aktif dalam upaya perdamaian dan kemanusiaan internasional," tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya