Berita

Ganjar Pranowo/RMOL

Politik

Kata Ganjar, Ucapan Megawati Agar Kader Tidak Goyang-goyang Bukan ke Jokowi

JUMAT, 24 MEI 2024 | 22:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Capres pada Pilpres 2024 Ganjar Pranowo berpandangan bahwa pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta kader tidak “tidak goyang-goyang” ditujukan tidak hanya untuk satu orang saja.

Hal itu disampaikan Ganjar menjawab pertanyaan wartawan soal maksud Megawati meminta kader ‘tidak goyang-goyang’ apakah tertuju kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Enggak, maksudnya kader secara keseluruhan kan, kader itu mesti tegak dan lurus begitu. Gak boleh ke kiri, ke kanan,” kata Ganjar di Arena Rakernas V PDIP, Ancol, Jakarta, pada Jumat (24/5).


Ganjar lantas menyebut bahwa Megawati juga akan mengevaluasi proses Pemilu 2024 yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.

“Dan Ibu mengevaluasi proses Pemilunya itu,” katanya.

Menurut Ganjar, pidato politik Megawati dalam pembukaan Rakernas V PDIP sangat jelas dan tegas.

“Kalau mau lihat apa sikap PDIP, dengarkan pidato ibu tadi. Kalau itu gak perlu pakai analisis itu, udah jelas banget apa yang terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kader PDIP tegas dalam bersikap dan berpartai. Ia menegaskan bahwa kader banteng memiliki karakter tegas dalam berprinsip.

Makanya orang mestinya seneng sama PDI Perjuangan. Tapi pada kenyataannya susah karena orang-orang yang di PDI Perjuangan adalah orang yang mantep, tidak goyang-goyang,” tegas Megawati dalam pidato politiknya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya