Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Megawati Kritik Pemilu 2024, IPO: Saat Pemilu 2019 PDIP Diuntungkan

SENIN, 08 APRIL 2024 | 18:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melalui tulisannya terkait Pemilu 2024 menjadi sorotan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai wajar, jika Megawati tiba-tiba mengkritik Pemilu 2024.

Sebab, pada Pemilu 2019 saat isu kecurangan juga menjadi warna dominan, ibunda dari Puan Maharani itu merasa diuntungkan karena capres yang diusung yakni Joko Widodo memenangkan pertarungan.


Berbeda dengan Pemilu 2024, capres yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo kalah telak atas dua capres lainnya.

“Megawati di Pemilu 2019 secara pragmatis diuntungkan,” kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/4).

Menurut Dedi, sejumlah pelanggaran Pemilu 2024 disoroti betul oleh Megawati. Namun pelanggaran yang terjadi di Pemilu 2019 seolah dianggap wajar. Padahal, keduanya terdapat pelanggaran pemilu.

“Sehingga ia baru bersuara di 2024 karena alami kekalahan dan kerugian atas imbas pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pemilu,” kata Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti Pilpres 2024 melalui tulisan panjangnya. Ia menilai Pemilu 2024 diwarnai kecurangan, nepotisme, hingga penyalahgunaan kekuasaan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya