Berita

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu dan Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu/Istimewa

Politik

8 Fasilitas Gratis Disediakan PKS di Posko Mudik Nagreg

SABTU, 06 APRIL 2024 | 00:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor dan melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, tak perlu khawatir mencari tempat istirahat selama arus mudik Idulfitri 1445 Hijriah.

Pasalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, menyediakan posko mudik yang dilengkapi berbagai fasilitas.

Setidaknya, 8 fasilitas tersedia di Posko Mudik PKS Jabar yang bisa dimanfaatkan para pemudik saat melintasi jalur Nagreg. Delapan fasilitas tersebut dapat dijadikan solusi untuk melepas letih lelah para pemudik.


Adapun 8 fasilitas yang tersedia di antaranya takjil, makan minum gratis, pijat refleksi, cek kesehatan dan ambulans gratis, ruang laktasi, tempat istirahat lengkap dengan bantal dan selimut, mushola, serta kamar mandi gratis.

"Kita ingin melayani masyarakat umum. Kita mengajak masyarakat silakan agar mudiknya bisa nyaman, jangan memaksakan keletihan kelelahan, silakan mampir terlebih dahulu untuk me-refresh kembali fisiknya sehingga dapat pulang dengan selamat sampai tujuan," ujar Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, usai meresmikan Posko Mudik PKS Jabar, di Rumah Makan Mak Ecot, Nagreg, Jumat (5/4).

Di tempat sama, Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu mengatakan, Posko Mudik PKS yang telah berlangsung dari 2020, selalu ramai disinggahi para pemudik khususnya pengendara bermotor.

"Yang singgah sangat banyak di kalangan masyarakat umum, terutama pengendara kendaraan pemotor yang lebih berat ya perjalanannya bagi mereka. Jadi memang dari tahun ke tahun yang singgah itu banyak," ungkap Haru.

Haru menambahkan, tidak ada syarat atau kewajiban khusus untuk dapat singgah ke Posko Mudik PKS yang berada di jalur Nagreg tersebut.

"Untuk mampir ke posko mudik PKS enggak harus jadi kader, untuk masyarakat umum. Tapi kalau mau daftar jadi anggota juga, boleh," tandasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana mengatakan, hadirnya posko mudik di tengah masyarakat merupakan kolaborasi yang positif antara pemerintah dengan partai.

"Intinya kan pemerintah itu berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk seperti posko mudik ini. Jadi hadirnya posko ini sebagai bentuk dari pemerintahan dengan partai yang diharapkan kehadirannya oleh masyarakat," ucapnya.

PKS membangun sekitar 100 Posko Mudik yang tersebar di jalur mudik Jawa dan Sumatera. Posko-posko tersebut beroperasi mulai H-5 hingga H+5 lebaran.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya