Berita

Prabowo Subianto dan Joko Widodo/Ist

Politik

Selama Jokowi Masih Intervensi, PDIP Sulit Gabung Prabowo

MINGGU, 31 MARET 2024 | 15:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PDI Perjuangan harus mempertimbangkan dengan cermat manfaat dan risiko bergabung dengan pemerintahan baru yang dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Meski sebelumnya PDIP telah menjadi bagian dari pemerintahan, namun pada pemilihan kali ini dinamika politik telah menghasilkan konfigurasi berbeda.

Menurut Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, sulit bagi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menerima rekonsiliasi Prabowo, selagi Joko Widodo (Jokowi) masih intervensi Prabowo-Gibran.


"Sulit bagi Megawati dan PDIP menerima manuver Prabowo dan Jokowi pada Pilpres 2024," kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/3).

"Sepertinya Megawati dan PDIP akan memposisikan diri sebagai oposisi, sama ketika masa pemerintahan SBY dulu," sambung analis politik Universitas Nasional itu.

Meski terdapat perbedaan cara pandang, politik seringkali tentang bagaimana mencapai kesepakatan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Karena itu, wajar bagi PDIP untuk mempertimbangkan opsi tersebut dengan cermat, terutama menghadapi politik yang terus berubah di Indonesia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya