Berita

President Vo Van Thuong/Net

Global

Presiden Vietnam Digulingkan, Badan Legislatif Tunjuk Wapres jadi Pj Kepala Negara

KAMIS, 21 MARET 2024 | 22:43 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Badan legislatif Vietnam pada hari Kamis menunjuk Wakil Presiden Vo Thi Anh Xuan sebagai penjabat kepala negara, setelah Presiden Vo Van Thuong digulingkan di tengah intensifnya pemberantasan korupsi oleh Partai Komunis yang berkuasa.

Thuong, 53 tahun, dicopot oleh biro politik karena pelanggaran yang tidak disebutkan secara spesifik terhadap peraturan partai, dan menjadi presiden kedua yang mengundurkan diri dalam kurun waktu satu tahun di Vietnam, dimana pergantian kepemimpinan baru-baru ini dikaitkan dengan “Semangat Membara” anti- kampanye suap.

Xuan, salah satu dari sedikit perempuan yang menduduki posisi senior dalam politik Vietnam, menjabat sebagai presiden untuk kedua kalinya hanya dalam waktu satu tahun.


“Biro politik  telah menunjuk Vo Thi Anh Xuan sebagai penjabat presiden, sampai Majelis Nasional memilih presiden baru, sesuai dengan konstitusi Vietnam,” lapor surat kabar online VnExpress.

Presiden memegang peran seremonial namun merupakan salah satu dari empat posisi politik teratas di negara Asia Tenggara.

Xuan mengisi kekosongan enam minggu setelah Nguyen Xuan Phuc mengundurkan diri sebagai presiden tahun lalu karena “pelanggaran dan kesalahan” yang dilakukan pejabat di bawah kendalinya.

Thuong secara luas dianggap dekat dengan Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong yang sudah lanjut usia, tokoh paling berpengaruh di Vietnam dan arsitek kampanye anti-korupsi yang semakin intensif baru-baru ini.

Komite pusat partai pada hari Rabu menerima pengunduran diri Thuong dan mencopotnya dari Biro Politi selaku badan pembuat keputusan tertinggi, dan posisinya sebagai kepala Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Sekitar 88% anggota parlemen mendukung pemecatannya sebagai presiden dalam pemungutan suara hari Kamis.

Komite tersebut mengatakan kekurangan Thuong "telah berdampak negatif pada opini publik, mempengaruhi reputasi Partai, Negara, dan dirinya secara pribadi", tanpa menjelaskan kesalahan apa yang telah dilakukannya.

Pada sisi lain, kalangan investor dan diplomat asing meyatakan situasi genting ini menjadi penyebab lambatnya pengambilan keputusan di negara yang juga masih bermasalah dengan rumitnya birokrasi.

Para analis mengatakan kelesuan yang terjadi saat ini dapat diatasi dengan pemilihan presiden baru yang cepat, namun tetap ada risiko bahwa perombakan berulang kali para pemimpin puncak dapat merugikan sentimen bisnis di negara yang sangat bergantung pada investasi asing.

Badan legislatif dapat mengumumkan presiden baru ketika mengadakan sidang pleno reguler berikutnya pada bulan Mei, atau lebih awal jika diadakan rapat khusus.

Pengunduran diri tersebut “seharusnya tidak membawa perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Vietnam, terutama sikap netral negara tersebut antara AS dan Tiongkok,” kata Khang Vu, pakar keamanan Asia Timur di Boston College.

Kedutaan Besar Amerika di Hanoi mengatakan Washington “yakin bahwa momentum positif dalam hubungan bilateral kita akan terus berlanjut seiring kita menerapkan Kemitraan Strategis Komprehensif”.

Keluarnya Thuong menunjukkan bahwa isu siapa yang akan menggantikan pemimpin terpenting Trong masih terbuka, kata Darren Tay, ekonom di BMI, sebuah perusahaan Fitch Solutions.

“Meskipun hal ini tidak memberikan dampak yang baik bagi Vietnam, masalah ini belum secara langsung mempengaruhi reformasi yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bisnis dan investor asing masih relatif terisolasi untuk saat ini,” katanya.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya