Berita

Presiden Senegal Macky Sall/Net

Dunia

KPU Senegal Batalkan Penundaan Pilpres yang Diusulkan Presiden Macky Sall

JUMAT, 16 FEBRUARI 2024 | 15:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keinginan Presiden Senegal Macky Sall untuk menunda pemilihan presiden hingga Desember akhirnya pupus setelah Dewan Konstitusi Senegal pada Kamis (15/2), menyatakan bahwa tindakan tersebut inkonstitusional.

Sebelumnya, Sall menginginkan agar pemilu presiden yang dijadwalkan pada 25 Februari dibatalkan dan dijadwalkan ulang pada Desember mendatang.

"Keputusan Majelis Nasional pada tanggal 5 Februari untuk menjadwalkan ulang pemungutan suara pada tanggal 14 Desember juga bertentangan dengan konstitusi," kata keputusan tersebut, seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/2).


Kandidat presiden dan anggota parlemen dari pihak oposisi telah mengajukan sejumlah gugatan hukum terhadap rancangan undang-undang parlemen pekan lalu, yang juga memperluas mandat Sall dalam apa yang oleh para kritikus disebut sebagai “kudeta institusional”.

Sall, yang berkuasa sejak tahun 2012, memicu keributan pada tanggal 3 Februari ketika ia membatalkan pemilu karena perselisihan mengenai diskualifikasi kandidat potensial dan kekhawatiran akan terulangnya kerusuhan yang terjadi pada tahun 2021 dan 2023.

Parlemen kemudian mendukung penangguhan pemilu yang dilakukan Sall hingga 15 Desember, setelah pasukan keamanan menyerbu gedung tersebut dan memecat beberapa anggota parlemen oposisi yang menentang RUU tersebut.

Penundaan pemilu di salah satu negara demokrasi paling stabil di Afrika Barat memicu protes dengan kekerasan yang menewaskan tiga orang dan puluhan lainnya ditangkap.

Mitra internasional utama Senegal juga mengecam tindakan tersebut dan meminta pemerintah untuk mengadakan pemungutan suara sesegera mungkin, karena khawatir akan terjadi kerusuhan yang disertai kekerasan.

Kelompok oposisi dan masyarakat sipil telah mengeluarkan seruan baru untuk melakukan demonstrasi pada Jumat (16/2) waktu setempat.

Sebelumnya pada Kamis, beberapa penentang pemerintah dibebaskan dari penjara, kata pengacara mereka kepada AFP, yang tampaknya merupakan upaya untuk menenangkan opini publik.

“Sebagian besar klien saya dalam kasus bermotif politik telah dibebaskan,” kata pengacara Cheikh Koureissy Ba kepada AFP, dan menambahkan bahwa hal ini menyangkut puluhan tahanan.

Daftar beberapa penentang yang dibebaskan diberikan kepada AFP oleh pengacara lain, Moussa Sarr.

Daftar tersebut termasuk Aliou Sane, koordinator gerakan oposisi warga "Y'en a marre" ("Kami muak"), Djamil Sane, walikota sebuah lingkungan di Dakar, dan beberapa anggota partai oposisi yang dibubarkan, Pastef – yang dipimpin oleh tokoh oposisi Ousmane Sonko.

“Sebagai akibat dari tekanan internasional, Presiden Macky Sall memerintahkan beberapa pembebasan,” kata Souleymane Djim, anggota Kolektif keluarga tahanan politik.

Sonko – yang merupakan salah satu lawan utama Sall – dan wakilnya, Bassirou Diomaye Faye telah ditahan sejak tahun 2023. Saat ini belum ada kabar mengenai kemungkinan pembebasan mereka.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya