Berita

Sekretaris Jenderal Relawan untuk Majukan Indonesia (RUMI) Irfan Ahmad Fauzi/Ist

Politik

RUMI Minta Bawaslu Ambil Tindakan Penyebaran Narasi Provokatif di Masa Tenang

SENIN, 12 FEBRUARI 2024 | 16:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bawaslu diminta proaktif mengawasi masa tenang Pemilu 2024. Hal ini, untuk memastikan suasana tenang kepada masyarakat terjadi sehingga bisa menentukan pilihan secara jernih dan objektif.

Dikatakan Sekretaris Jenderal Relawan untuk Majukan Indonesia (RUMI) Irfan Ahmad Fauzi, belakangan beredar narasi provokatif oleh pihak-pihak tertentu di media sosial yang mengganggu masa tenang.

"Harusnya bukan hanya partai dan kandidat yang tidak boleh berkampanye di masa tenang, tapi siapapun tidak boleh menyebarkan berita provokatif di masa tenang," ujar Irfan dalam keterangan tertulis, Senin (12/2).


Irfan sangat menyayangkan pelaku pembuat dan penyebaran berita provokatif yang membuat kegaduhan publik di masa tenang.

"Mereka tidak menghormati hak masyarakat untuk menentukan pilihan secara tenang dan sesuai nurani," tuturnya.

Kalau memang mereka punya hal-hal yang ingin disampaikan atau diungkapkan, lanjutnya, harusnya bisa disampaikan dalam masa kampanye kemarin.

"Kami berharap Bawaslu dan aparat hukum menegur mereka yang tidak menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan ketenangan menjelang hari pencoblosan," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya