Berita

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Tembus 53,5 Persen, Prabowo-Gibran Bisa Menang Satu Putaran

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 17:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran semakin tak terbendung. Merujuk hasil survei terbaru LSI Denny JA, elektabilitas Prabowo-Gibran tembus 53,5 persen.

Posisi kedua ada Anies-Muhaimin dengan elektabilitas 21,7 persen, sementara Ganjar-Mahfud ada di posisi tiga dengan elektabilitas 19,2 persen.

"Sebesar 5,5 persen menyatakan belum memutuskan/rahasia/tidak tahu/tidak jawab. Dilihat secara tren, satu putaran semakin terbuka lebar," demikian Denny JA saat mempublikasi hasil surveinya, Jumat (9/2).


Elektabilitas Prabowo-Gibran pada survei 26 Januari sampai 6 Februari 2024 ini mengalami kenaikan signifikan dibanding survei bulan-bulan sebelumnya.

Pada awal Januari 2024, elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 46,6 persen. Angka ini naik pada survei akhir Januari 2024 menjadi 50,7 persen.

"Dalam rentang Januari hingga ke Februari 2024, atau selama satu bulan, terjadi kenaikan 6,9 persen untuk pasangan Prabowo-Gibran.

"Dalam satu minggu (akhir Januari ke awal Februari 2024) terjadi kenaikan 2,8 persen. Jika tren ini bisa terus dipertahankan maka satu putaran kian terbuka lebar," tutup Denny JA.

Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka melalui kuesioner.

Metodologi sampling menggunakan multistage random sampling, margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya