Berita

Calon Wakil Presiden nomor urut 1 sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar/RMOL

Publika

Muhaimin Iskandar, Boy Thohir, dan Perlawanan atas Intoleransi Ekonomi

SABTU, 27 JANUARI 2024 | 13:18 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

MUHAIMIN Iskandar telah menyatakan perang terhadap intoleransi ekonomi pada kampanyenya di Bali kemarin. Di hari sebelumnya, Muhaimin menyatakan hal yang serupa bahwa dia tidak takut dengan Boy Thohir yang mengklaim konglomerat akan mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Muhaimin yakin bahwa Indonesia akan berhasil dalam perjuangan menegakkan keadilan dengan ideologi perjuangan yang sosialistik.

Pernyataan Muhaimin tentang kejahatan terbesar adalah intoleransi ekonomi telah menjadi pernyataan ideologis terpenting dalam pergolakan perjuangan yang perlu kita pahami. Hal ini bertolak belakang dengan Saifullah Yusuf, tokoh NU, yang mengembuskan intoleransi identitas beberapa hari lalu, yakni musuh bangsa kita adalah Amien Rais dan Abu Bakar Baasyir.


Dalam teori pemberontakan, tantangan dan isu perubahan struktural, khususnya kepemilikan dan keadilan rakyat, merupakan tantangan terbesar. Sukarno dan Mohammad Hatta, misalnya, mengalami penyiksaan berkali-kali dari kolonial Belanda, karena mereka menentang Belanda dengan isu intoleransi ekonomi.

Dahulu intoleransi ekonomi diusung Sukarno, Hatta, dan pejuang kemerdekaan lainnya sebagai tema perjuangan, karena Indonesia dalam pemerintahan "Nederlands Indie" selama penjajahan 350 tahun di Indonesia, telah dikuasai segelintir orang-orang Belanda, yang mana mereka mengatur seluruh penduduk pribumi saat itu.

Tentu ada tokoh-tokoh bangsa lainnya ketika itu masih banyak yang tersesat dengan isu-isu mazhab agama. Umumnya mereka dibina oleh Van Der Plas dan Snouck Hurgronje dan lain-lain yang merupakan kaki tangan Belanda.

Sejak 17 orang Belanda (the heeren zeventien/gentlemen of seventeen) membentuk Vereniging Oostindische Compagnie (VOC) di Amsterdam lalu menduduki Indonesia tahun 1602, struktur perekonomian Indonesia jatuh ke tangan segelintir orang-orang Belanda.

Orang-orang Belanda ini alias VOC, dalam pledoi Bung Karno "Indonesia Menggugat", 1930, dikatakan mengalokasikan sepertiga kekayaannya untuk Indonesia. Atau dengan kata lain, sepertiga perekonomian Indonesia dihasilkan segelintir orang itu.

Sepertiga dari hasil eksploitasi sumber daya lainnya diberikan kepada investor atau perusahaan, serta sepertiga lainnya untuk membangun negara Belanda. Kekayaan VOC jika dikonversi uang sekarang adalah 7,9 triliun dolar AS alias perusahaan terkaya di bumi sejak bumi ini ada.

Kembalinya isu intoleransi ekonomi sebagai isu terbesar saat ini, karena Muhaimin Iskandar tidak bisa menerima kenyataan adanya segelintir orang-orang, yang dinyatakan Thohir, telah menguasai sepertiga perekonomian Bangsa Indonesia.

Boy Thohir mengatakan hal itu dalam pertemuan ETAS (Erick Thohir Alumni Amerika Serikat) di Jakarta untuk mendukung Prabowo. Pernyataan lengkap Boy Thohir, abangnya Erick Thohir sebagai berikut: "Walaupun kami jumlahnya sedikit, tetapi ya di ruangan ini mungkin sepertiga perekonomian Indonesia ada di sini. Jadi kalau mereka-mereka mulai dari Djarum Group, Sampoerna Group, Adaro Group, siapa lagi, pokoknya grup-grup semua ada di sini, dan semuanya Pak".

Dengan klaim Boy ini, Muhaimin menyatakan bahwa konglomerasi yang subur sejak akhir era rezim Suharto, adalah simbol ketidakadilan ekonomi. Simbol konglomerasi ekonomi di tangan segelintir orang merupakan simbol VOC di Indonesia. Sebuah kejahatan atas keadilan.

Untuk itu, Muhaimin menyatakan perang terhadap ketidak adilan ekonomi yang ada.

Muhaimin meyakini bahwa Indonesia ini didirikan kakek-buyutnya, bukan untuk memperkaya segelintir orang. Indonesia harus memperkaya semua orang-orang Indonesia secara adil dan beradab.

Penutup

Muhaimin, meskipun terlihat kecil badannya, namun semangatnya memikul beban besar dan terbesar bangsa kita perlu kita teladani. Melawan segelintir orang-orang yang mirip VOC adalah beban berat. VOC dalam sejarahnya mempunyai uang, senjata, ahli-ahli antropologi/sosiologi dan lain sebagainya untuk menundukkan elite-elite Jawa, Sumatera, Banda dan lain-lain.

Konglomerat di Indonesia juga mempunyai kekuatan dahsyat untuk menghancurkan Muhaimin. Dalam pandangan Profesor Jeffrey Winters, ahli teori oligarki, mereka memiliki apa yang disebut defence industry yang dibiayai untuk melindungi kekuasaannya. Mereka arogan dan ingin terus-menerus mempertahankan kontrolnya atas negara.

Namun, semangat yang telah digelorakan Muhaimin untuk melakukan langkah perubahan, yakni memperkaya petani, meningkatkan kesejahteraan buruh miskin, nelayan, kaum santri dan lainnya, harus kita perkuat sebagai rencana terbesar abad ini.

Indonesia harus berhasil dikendalikan oleh Rakyat Indonesia, bukan segelintir orang-orang kaya. Mari kita berjihad untuk melawan intoleransi ekonomi.

Muhaimin Uber Alles.

Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya