Berita

Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar/Ist

Publika

Anies-Muhaimin Menang Putaran Dua

OLEH: TONY ROSYID
JUMAT, 12 JANUARI 2024 | 11:36 WIB

DIJEGAL! Kata yang selalu diasosiasikan kepada Anies Baswedan. Sepanjang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies selalu mendapat gangguan. Tujuannya? Agar terbentuk persepsi publik bahwa Anies gagal mengelola Jakarta. Dengan begitu, elektabilitas Anies akan buruk dan partai tidak tertarik mengusungnya.

Untuk tujuan ini, dikerahkanlah buzzer secara massif. Diduga ada operasi intelijen yang juga ikut bekerja. Indikatornya? Nama Anies begitu buruk di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Padahal, Anies Gubernur DKI. Bukan Gubernur Jatim atau Jateng. Dan nama Anies seketika bersih setelah Muhaimin Iskandar menjadi cawapresnya.

Inilah langkah pertama untuk menjegal Anies dengan cara menciptakan persepsi negatif di mata publik. Seperti: gubernur gagal, hanya bisa bicara tapi gak bisa kerja, Jakarta amburadul, kadrun, didukung Islam garis ekstrem, berpotensi menciptakan konflik masa depan, anti Pancasila, dll. Ini semua tujuannya untuk men-down grade elektabilitas Anies dengan harapan tidak ada partai yang tertarik mengusungnya.


Kedua, Anies dijegal melalui partai pengusung. Lihat nasib Nasdem. Berbagai lobi kepada ketua umum Nasdem gagal, dua menterinya dipidanakan. Sementara sejumlah menteri lain sekaligus ketua umum partai yang diduga kuat terlibat kasus korupsi tetap aman dalam sandera politik. Ini bukan rahasia umum lagi.

PKS yang juga pengusung Anies mengaku mendapat tawaran amat menggiurkan untuk tidak mengusung Anies.

Meski Nasdem dan bisnis ketumnya babak belur, juga PKS yang mendapat tawaran sangat menggiurkan, kedua partai ini berteguh hati untuk tetap mengusung Anies Baswedan. Bukan pengurus dan kader partai, tapi Anies diyakini oleh kedua partai ini bisa memenangkan Pilpres 2024 dan mampu membawa masa depan Indonesia yang lebih baik.

Belakangan PKB pasangakan Muhaimin dengan Anies. Tidak berselang lama, Muhaimin dipanggil KPK. Dugaan kasus 12 tahun lalu dibongkar-bongkar kembali. Faktanya? Muhaimin clear.

Ketiga, langkah jegal Anies dilakukan melalui jalan kriminalisasi. Formula E dijadikan pintu masuk. Begitu besar pressure kepada penyelidik dan penyidik KPK untuk menersangkakan Anies. Dengan pressure yang super kuat ini membuat para elite politik di luar gedung KPK yakin Anies akan ditahan dalam pemeriksaan terakhirnya di hari Jumat. Faktanya? Anies selamat. Karena memang tidak ada dua alat bukti cukup. Sebalikya, internal KPK gaduh dan ketua KPK yakni Firli Bahuri sekarang jadi tersangka Polda Metro Jaya karena kasus pemerasan. Kok KPK melakukan pemerasan? Begitulah faktanya.

Tanggal 19 Oktober 2023 Anies Baswedan-Muhaimin pun mendaftarkan diri ke KPU dengan diantar oleh ratusan ribu relawan. Semangat perubahan menggema di gedung KPU.

Saat ini, ada tiga kontestan di Pilpres 2024. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Jika pilpres satu putaran, Prabowo-Gibran berharap menang. Ini satu-satunya cara untuk paslon nomor urut 2 ini berupaya keras memenangkan kontestasi satu putaran. Strateginya? Libatkan instrumen kekuasaan dan sebar secara masif uang dan sembako. Wilayah utamanya Jatim dan Jateng. Tapi, ini bukan hal yang mudah. Apalagi melihat faktor Prabowo yang terus melakukan blunder dengan instabilitas emosinya.

Kalau pilpres terjadi dua putaran, hampir semua survei yang kredible mengungkapkan bahwa Anies-Muhaimin sebagai pemenangnya. Lihat survei hari ini, pilpres sulit bisa satu putaran karena tidak ada yang elektabilitasnya mencapai 50+1 persen. Besar kemungkinan dua putaran. Kalau pilpres dua putaran maka Anies-Muhaimin paling berpeluang menang. Bagaimana cara kalkulasinya?

Saat ini, elektabilitas Prabowo-Gibran paling tinggi dan cenderung turun. Disusul Anies-Muhaimin sebagai runner up yang cenderung naik elektabilitasnya. Elektabilitas Ganjar-Mahfud di bawah 20%. Angkanya stagan dan cenderung turun.

Masuk putaran kedua: Anies-Muhaimin vs Prabowo-Gibran. Pemilih Ganjar-Mahfud diprediksi akan ke Anies-Muhaimin. Mereka cenderung tidak ke Prabowo-Gibran karena dianggap musuh bebuyutan PDIP. Sementara pemilih Prabowo-Gibran berpotensi pecah, dan pecahannya otomatis ke Anies-Muhaimin.

Kok bisa pecah? Karena Kekuasaan Jokowi tersisa hanya tiga bulan, maka pengaruhnya terhadap instrumen negara tidak sekuat sebelumnya. Di sini akan terbuka jalan perlawanan dan pengkhianatan oleh anggota kelompok yang selama ini dianggap.kolega dan kawan. Kapal pecah dan penumpang bersiap naik skoci masing-masing untuk keluar dari kapal besar yang didesain Jokowi.


Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya