Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menghadiri konsolidasi relawan Amin (Anies-Muhaimin) di DBL Arena, Surabaya, Rabu (10/1)/Istimewa

Politik

JK Ingatkan Amin Jangan Jadi Pemimpin Emosional, Sindir Prabowo?

RABU, 10 JANUARI 2024 | 15:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla, meminta pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, dapat berkampanye dengan baik dan sopan serta mengedepankan gagasan.

Hal ini disampaikan sosok yang akrab disapa JK itu usai menghadiri konsolidasi relawan Amin (Anies-Muhaimin) di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/1).

"Harus memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa memang Amin ini pemimpin yang dapat dipercaya, amanah, dan juga cerdas untuk kemajuan bangsa," kata JK.


Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu turut mengingatkan Anies-Muhaimin untuk tidak menjadi pemimpin yang emosional. Pernyataan JK ini seolah sedang menyindir capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, yang dalam beberapa kesempatan terlihat emosi. Seperti yang terlihat pada debat capres ketiga beberapa hari lalu.

"Pemimpin harus tenang. Harus memiliki pikiran, gagasan, jangan emosional, karena persoalan bangsa ini banyak," pesan JK.

Meski tidak masuk Tim Nasional pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas Amin), JK sengaja menghadiri konsolidasi relawan Amin di Jatim untuk memberikan dukungan.

"Saya ingin melihat suasana Jatim bagaimana. Kemudian mau bertemu teman-teman, memberikan semangat," pungkas JK.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya