Berita

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

Prabowo-Gibran Bakal Impor Sapi, PDIP: Ganjar-Mahfud Lebih Pro Ketahanan Pangan Nasional

MINGGU, 07 JANUARI 2024 | 03:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, akan lebih mengedepankan kebijakan ketahanan pangan nasional ketimbang melakukan impor.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, merespons rencana Prabowo Subianto mengimpor 1,5 juta sapi untuk mendukung program bagi-bagi susu gratis.

"Jadi kalau dalam konpers minggu yang lalu, kan kami sampaikan data. Data bahwa sentimen positif kesukaan terhadap capres dan cawapres silakan ditayangkan. Itu paling tinggi adalah kepada pasangan Ganjar-Mahfud," kata Hasto saat jumpa pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1).


Menurut Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud ini, program-program Ganjar-Mahfud merupakan cerminan dari nilai-nilai moral kebaikan, latar belakang, dan agenda kerakyatan.

Itu semua termaktub dalam 21 program unggulan Ganjar-Mahfud.

"Berbeda dengan Prabowo-Gibran yang mengadakan susu gratis yang mengandung banyak glukosa dan tidak sehat untuk anak-anak balita, dan tidak menyelesaikan masalah stunting itu, berasal dari susu impor," jelas Hasto.

Lebih lanjut, politikus asal Yogyakarta ini menegaskan, di situlah perbedaan antara Ganjar-Mahfud dengan Prabowo-Gibran yang lebih suka mengimpor dan menaikkan pajak rakyat.

"Prabowo-Gibran lebih suka mengimpor dan menaikkan pajak rakyat. Inilah yang mungkin menjadi motif pertemuan antara Prabowo dan Jokowi," demikian Hasto.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya