Berita

Cawapres Nomor Urut 1 Muhaimin Iskandar/Ist

Politik

Dorong Kemandirian Pangan, Cak Imin Janji Hentikan Impor

RABU, 03 JANUARI 2024 | 21:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Cawapres Nomor Urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berkeinginan menghentikan impor pangan. Dia mendorong Indonesia harus betul-betul mandiri di bidang pangan.

Hal ini disampaikan Cak Imin usia berdialog dengan Petani dalam acara "Nitip Gus, Petani Sejahtera bersama Amin (Anies-Muhaimin)", di Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/1).

“Impor kita harus hentikan, syukur-syukur sampai kita betul-betul mandiri di bidang pangan,” tegas Cak Imin.


Untuk mewujudkan komitmen ini, Cak Imin telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Menurutnya, jika pertanian produktif, para petani akan mendapat untung. Sehingga semakin sejahtera.

“Kalau pertanian kita produktif, petani untung, kaum muda juga mau bertani, semakin banyak produksi yang berkualitas kita tidak akan mengandalkan impor lagi,” beber Cak Imin.

Pemerintah, lanjut Cak Imin, harus mendengarkan dan melibatkan petani dalam setiap mengambil kebijakan. Sehingga anggaran untuk pertanian akan sampai kepada petani. Bahkan anggaran itu juga harus mulai digeser ke bawah.

“Petani ini harus didengar masukannya sehingga tidak lagi ada beli alat pertanian yang nggak kepakai (tidak digunakan) di bawah. Banyak sekali terjadi dan ini karena anggarannya tersentralistik di pusat,” jelasnya.

“Karena itu anggaran harus mulai digeser di bawah supaya belanja alat-alat pertanian disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing daerah yang berbeda-beda. Di situ lah keberanian pemerintah untuk lebih memprioritaskan kondisi lokal masing-masing,” tutup jagoan Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya