Berita

Capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD/RMOL

Politik

PILPRES 2024

Ganjar-Mahfud Sulit Raih Ceruk Pemilih Prabowo dan Cak Imin

RABU, 03 JANUARI 2024 | 12:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ceruk pemilih yang cenderung sama dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, membuat paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, diyakini akan sulit memenangkan Pilpres 2024.

"Jika dikalkulasi secara sederhana, suplai pendukung Prabowo dan Ganjar ini kan sama, yakni dari kalangan nasionalis, maka akan saling tarik menarik antara Ganjar dan Prabowo," ujar Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/1).

Terlebih lagi, lanjut akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, figur Mahfud tidak begitu signifikan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) kultural. Masih lebih berpengaruh cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang punya massa kultural dari kalangan NU.


"Terlebih lagi Cak Imin ketua parpol yang akan lebih mudah memberikan arahan kepada jajaran dari tingkat pusat sampai tingkat terkecil di kelurahan," terang Saiful.

Dengan posisi tersebut, kata Saiful, mengakibatkan posisi Ganjar-Mahfud semakin terjepit. Di satu sisi pasangan Ganjar-Mahfud tergerus dengan adanya simpul Prabowo, apalagi Gibran yang masih bagian dari representasi Jokowi.

"Jika ingin mengharapkan simpul NU kultural, sosok Mahfud tidak begitu signifikan untuk dapat menarik simpati dari kalangan ini. Dengan posisi sulit itulah pasangan Ganjar-Mahfud tidak mampu mengadang sosok Prabowo, dari sisi Mahfud pun tidak berdaya melawan ceruk dan simpul pendukung Muhaimin," pungkas Saiful.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya